Ditresnarkoba Polda Sumut Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

MEDAN (bareskrim.com) | Pihak Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut menggagalkan peredaran gelap narkotika jenis sabu, ganja dan pil ekstasi.

Hal ini diungkap oleh Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto melalui Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Hendri Marpaung pada paparan pengungkapan kasus jaringan internasional, bertempat di depan gedung Ditresnarkoba Polda Sumut, Kamis (13/6/2019).

Sebanyak 50 Kg sabu, 15.846 butir pil ekstasi dan 170 Kg daun ganja kering siap edar berhasil digagalkan dari beberapa kasus penangkapan.

Penangkapan pertama pada (13/5/2019), Unit 2 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa ada 3 pria membawa sabu dari Aceh menuju Medan.

Petugas langsung melakukan penyelidikan di jalan lintas Medan-Tanjungpura Km 31 tepatnya Desa Tandem Hilir 1 Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, petugas memberhentikan sebuah mobil Avanza BK 1841 LD dan melakukan pemeriksaan di dalam mobil tidak ditemukan sabu.

Namun dari hasil introgasi terhadap penumpangnya berinisial MR dan KA menyebutkan bahwa sabu yang dicari oleh petugas berada di mobil Xenia BK 1315 UJ yang dikendarai oleh teman mereka berinisial FR.

Tak mau buruannya lolos, tim langsung melakukan pengejaran hingga depan SPBU kawasan Tandem. Sewaktu mobil diperiksa, petugas menemukan 5 bungkus sabu dalam kemasan teh cina dengan berat 5 Kg.

Petugas Ditresnarkoba Polda Sumut langsung melakukan pengembangan namun sayang dua pelaku FR dan KA mencoba kabur dengan melawan petugas hingga terpaksa diberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki keduanya.

”Dari hasil introgasi terhadap KA, MR dan FR didapat keterangan bahwa ada 3 laki-laki yang diduga membawa narkoba ke Kota Tebingtinggi, lalu kami melakukan penyelidikan lagi dengan menerjunkan personel unit 2 subdit 1 pada (16/5/2019). Tepat di kawasan simpang tiga Tebing Syahbandar Kelurahan Binjai Kabupaten Serdang Bedagai, kami menghentikan 1 unit sepeda motor Honda Sonic BK 2859 TAB yang dikendarai oleh AG dan WC saat melintas membawa goni berisi 9 bungkus sabu dalam kemasan teh hijau cina seberat 9 kilo gram,” kata Hendri Marpaung.

Lanjutnya lagi, petugas langsung melakukan pengembangan berdasarkan keterangan AG dan WC bahwa ada tiga orang pria akan membawa sabu dari Pekanbaru menuju Medan.

Dari keterangan itulah petugas kemudian meluncur ke kawasan Jalan Kapten Sumarsono Medan pada (27/5/2019), tepat disamping kampus akademi keperawatan Helvetia dilakukan penangkapan dua tersangka berinisial Z dan ZAH dengan barang bukti sabu 10 kilo gram yang disimpan dalam ransel warna coklat.

”Dari keterangan Z dan ZAH pada saat diinterogasi menyebutkan bahwa ada dua orang pria yang memiliki sabu di daerah Binjai. Selanjutnya pada (4/5/2019), di Jalan Sukarno Hatta Km 19 dihentikan mobil Avanza BK 1287 ML yang dikendarai DAT dan SR. Dan saat digeledah dalam mobil ditemukan 25 bungkus sabu dikemas dalam teh cina dan 4 bungkus plastik berisi pil ekstasi sebanyak 15.846 butir. Petugas langsung melakukan pengembangan dengan membawa DAT dan SR namun dalam pengembangan keduanya ditembak petugas karena berusaha kabur dengan melawan petugas,” jelas Hendri Marpaung.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penangkapan ke 5 tersangka dari hasil keterangan DAT dan SR, petugas melakukan pengembangan kasus dan pada (9/6/2019), di Jalan Penerbangan Gang Tani Baru II Kelurahan Kuala Bekala Kecamatan Medan Tuntungan berhasil menangkap dua tersangka berinisial MS dan MR dan saat digeledah tepatnya distang sepeda motor Yamaha N-MAX BL 4643 KAK ditemukan satu bungkus sabu seberat 1 kilo gram yang digantungkan pada dashboard depan sepeda motor.

Lalu pada (16/6/2019), di Jalan Bunga Raya Kecamatan Medan Sunggal, Unit 4 Subdit 2 menghentikan mobil Avanza BK 1895 GV yang dikendarai oleh 3 pria berinisial B, DB dan M. Saat digeledah dalam mobil terdapat 170 kilo gram ganja yang dikemas dalam 3 goni plastik.

Petugas lalu membawa ketiganya untuk dilakukan pengembangan dan saat itu ketiganya mencoba lari dengan melawan petugas dan terhadap ketiganya diberikan tindakan tegas berupa tembakan pada kaki tersangka.

”Para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI no 35 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup atau denda maksimal Rp10 miliar. Dengan ini pimpinan kami bapak Kapoldasu Irjen Agus Andrianto berpesan pada masyarakat agar mau melaporkan pada pihak kepolisian bila mengetahui peredaran narkoba. Atas keberhasilan ini dengan jumlah narkoba yang kami tangkap dapat menyelamatkan sebanyak 235.846 jiwa dari bahaya narkoba,” pungkas Hendri Marpaung. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *