IPSM Angkat Komentar Terkait Jalan Berlubang di Kota Medan

MEDAN (bareskrim.com) | Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) kota Medan meminta pemerintah kota Medan, dalam hal ini Dinas Perhubungan lebih fokus melaksanakan tugas. Terlebih melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melintas diperkotaan melebihi muatan (Tonase) dan merusak jalan.

Pengawasan tonase kendaraan yang melebihi muatan juga dapat dilakukan dengan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Ketua IPSM Kota Medan, Dedy Armaya mengatakan, peristiwa anjloknya aspal di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan Medan Timur, seharusnya tidak terjadi blia sejumlah pihak melakukan pengawasan terhadap kendaraan bermuatan lebih.

Akibatnya kerugian tidak hanya dialami oleh pemerintah maupun perusahaan, namun juga merugikan masyarakat Kota Medan.

“Kinerja sejumlah pihak dalam pengawasan sangat kurang, kita selaku pekerja sosial masyarakat sangat menyanyangkan ini. Kendaraan dengan muatan berlebih sudah jadi potret kota Medan sehari-hari. IPSM berharap hal ini tidak terjadi dikawasan jalan perkotaan lainnya di Medan,” sebut Dedy Armaya.

Menurutnya, pemerintah harus segera mungkin mengambil langkah rekonstruksi dan rehabilitasi jalan yang amblas. Selanjutnya melakukan pemeriksaan dan pengekakan hokum terhadap pengusaha angkutan dengan tonase berlebih. Menurut Dedy Armaya, pemerintah harus memberikan efek jera kepada pengusaha nakal.

“Beri sangsi hukum kepada pengusaha angkutan yang nakal, agar mereka taat tidak melanggar ketentuan yang merugikan masyarakat Medan,” tegas Dedy Armaya bersama pengurus IPSM Kota Medan, Kamis (4/7/2019).

IPSM Kota Medan selaku organisasi dibawah Kementerian Sosial Republik Indonesia selalu membuka tangan untuk menjalin kerjasama dengan siapapun terutama pemerintah, dalam hal pelayanan sosial kepada masyarakat.

Dedy Armaya menuturkan, sesuai dengan AD/ART organisasi, IPSM juga sebagai mitra dari pemerintah kota Medan.

“Sebagai mitra dari pemerintah, IPSM kota Medan siap memberikan kontribusi dan bekerjasama degan pemerintah dan instansi lainnya, terutama dalam hal pelayanan sosial masyarakat. Jangan lagi Medan ini dijuluki kota yang berlubang-lubang malu kita, Medan ini kita punya,” katanya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *