Siantar OTT di BPKAD Siantar | Bendahara dan Kadis Jadi Tersangka

MEDAN (bareskrim.com) | Kepala Dinas Badan Pemeriksaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pematangsiantar, AP ditetapkan penyidik Subdit III/Tipidkor Direktorat Reskrimsus Polda Sumut sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) insentif pegawai setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Iya, dia (Adiaksa) sudah tersangka dan sekarang ditahan di Polda Sumut,” kata Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Rony Samtana kepada awak media, (14/7/2019).

Menurut Rony, tersangka AP dilakukan penahanan setelah hadir menjalani pemeriksaan pada (13/7/2019). “Dia datang sendiri dan tidak ada kita jemput,” sebut Rony.

Rony mengaku, AP ditetapkan menjadi tersangka karena pemotongan insentif pekerja pemungut pajak, yang sudah berlangsung lama dan mengalir kepadanya. “Jadi, pemotongan 15 persen itu mengalir ke Adiaksa, makanya kita tetapkan dia sebagai tersangka,” tegasnya.

Sampai saat ini, terangnya, pihaknya telah menetapkan dua tersangka kasus pungli insentif pegawai tersebut. Keduanya telah dilakukan penahanan. “Pertama bendahara Erni Zendrato dan kedua kadis BPKD Siantar, Adiaksa,” ujarnya.

Sementara, 15 orang lainnya yang sempat diamankan dalam OTT pada Kamis (11/7/2019) lalu itu, sudah dipulangkan setelah diambil keterangannya. “Mereka hanya saksi dan sudah kita pulangkan,” pungkasnya.(amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *