Pemusnahan Narkoba | Polda Sumut Klaim Selamatkan 1.823.524 Jiwa Anak Bangsa

MEDAN (bareskrim.com) | Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut memusnahkan berbagai barang bukti narkoba hasil pengungkapan kasus selama lima bulan terakhir, Maret hingga Juli 2019.

Pemusnahan dilakukan di halaman gedung Ditres Narkoba Polda Sumut dipimpin langsung Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, Jumat (9/8/2019). Barang bukti yang dimusnahkan itu diklaim telah menyelamatkan 1.823.524 jiwa anak bangsa.

“Jenis narkoba yang dimusnahkan terdiri dari 160 kilogram sabu, 169 kilogram ganja, 15 kilogram daun khat dan 16.003 butir pil ekstasi,” terang Agus.

Dijelaskan Agus, barang bukti narkoba tersebut merupakan hasil pengungkapan dengan jumlah kasus 52 dan tersangka 93 orang, terdiri 90 laki-laki dan tiga perempuan. Namun, dari 93 tersangka tersebut terdapat 2 orang laki-laki meninggal dunia.

“Pemusnahan barang bukti dilakukan setelah terlebih dahulu diteliti kebenarannya oleh Labfor Cabang Medan. Selanjutnya, untuk barang bukti berupa sabu, ganja dan daun khat dimasukan ke dalam air panas yang sudah mendidih dan diaduk sampai merata. Kemudian, dibuang ke dalam lubang tanah yang sudah dipersiapkan. Sedangkan untuk barang bukti ganja dilakukan dengan cara dibakar,” papar Agus.

Disebutkannya, pemusnahan barang bukti ini disaksikan instansi terkait seperti Kejaksaan Tinggi Sumut, Pengadilan Negeri Medan, Balai Besar POM Medan, BNN Provinsi Sumut, Bea & Cukai, penasihat hukum hingga para tersangka.

“Tersangka dalam kasus narkoba yang dimusnahkan ini dikenai Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya, paling singkat penjara 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun, ditambah denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” sebutnya.

Agus menambahkan, dari barang bukti narkoba yang dimusnahkan ini dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 1.823.524 jiwa.

Rinciannya, untuk kasus sabu menyelamatkan 1.621.400 jiwa (asumsi 1 gram untuk 10 orang pengguna), ekstasi 16.224 jiwa, daun ganja 170.000 jiwa dan daun khat 15.900 jiwa. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *