Sindikat Pengedar Sabu Jaringan Medan – Malaysia Dibongkar Polda Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Tujuh tersangka sindikat pengedar sabu jaringan Medan – Malaysia diringkus personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut. Sebanyak 36,16 Kg sabu disita dari para tersangka dari lokasi terpisah.

Wadir Resnarkoba Polda Sumut, AKBP Franky kepada awak media mengatakan, ketujuh tersangka merupakan sindikat peredaran narkoba yang memiliki jaringan di Malaysia. “Para tersangka berikut barang bukti merupakan hasil operasi sejak tanggal 12 -29 Juli 2019,” kata AKBP Franky, Jumat (9/8/2019).

Dijelaskan, personel unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut pada Jumat (12/7/2019) sekira pukul 02.00 WIB menangkap dua tersangka sedang membawa sabu, yakni AK alias W dan MAJ di jalan Lintas Sumatera Perkebunan Sei Dadap I/II Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan, dengan barang bukti 1 buah tas warna merah di dalamnya terdapat 4 bungkus plastik hijau bertuliskan tulisan china merek Chinese Pin Wei yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhannya 4 Kg dan 1 buah plastik warna hitam yang di dalamnya terdapat 5 bungkus plastik warna hijau (5 kg sabu-sabu).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan kedua tersangka, lalu pada Sabtu (13/7/2019) sekira pukul 10.00 Wib melakukan penangkapan terhadap tersangka AR di Jalan S Parman Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjungbalai dan berhasil menyita 2 unit handphone (HP).

Berdasarkan keterangan tersangka AR, lalu ditangkap S alias L di jalan Lintas Samatera Kecamatan Air Batu, Tanjungbalai, tepatnya di pinggir jalan kemudian menangkap Y, di Simpang Kawat Tanjungbalai tepatnya di pinggir jalan dan berhasil menyita dua unit handphone.

Tersangka S alias L mengaku telah menanam sabu di depan rumah Y dan berhasil menyita 1 buah tas warna hitam yang di dalamnya terdapat 5 bungkus plastik warna kuning emas bertuliskan tulisan china berisikan narkotika jenis sabu dan tiga bungkus aluminium foil berisikan narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhannya seberat lebih kurang 7.159 Kg sabu.

Berdasarkan keterangan tersangka AR, S alias A dan S alias L, ditangkap dua temannya berinisial SB dan RH Senin (29/7/2019) sekira pukul 03.00 WIB di jalan Lintas Tanjungbalai-Kisaran Kabupaten Asahan dan berhasil ditemukan serta disita barang bukti berupa 1 buah tas warna merah berisikan Narkotika jenis sabu seberat lebih kurang 20 Kg.

Tetapi, saat penangkapan tersangka SB dan RH, keduanya mencoba melawan untuk melarikan diri. Dengan terpaksa dilakukan tembakan di kakinya. Kedua tersangka lalu mengaku bahwa sabu itu diperoleh dari Z (DPO) yang berada di Malaysia.

Sesuai petunjuk Z (DPO) bahwa narkotika jenis sabu tersebut akan diberikan ke warga Aceh yang tidak diketahui inisialnya berada di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Terhadap tersangka dipersalahkan melanggar Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun denda paling sedikit Rp 1.000.000.000, dan paling banyak Rp 10.000.000.000. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *