Pemko Bongkar 11 Bangunan di Medan Tembung

logobareskrimMEDAN | Terbukti melakukan penyimpangan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), sebabnyak 11 unit bangunan rumah tempat tinggal di Jalan Jalan Tuasan, persisnya sudut Jalan Tambak Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung dibongkar paksa Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Selasa (1/10/2013).

Menurut Kabid Pemberdayaan dan Pemanfaatan Tata Ruang Dinas TRTB Kota Medan Drs Ali Tohar MSi didampingi Kasi Pengawasan Darwin, penyimpangan SIMB yang dilakukan karena pemilik bangunan terbukti menambah unit bangunan melebihi jumlah yang tertera dalam SIMB yang telah dikeluarkan.

“Dalam SIMB No.648/557/K tanggal 25-3-2013, jumlah unit bangunan yang tertera sebanyak 8 unit. Ternyata di lapangan kita menemukan bangunan yang dibangun sebanyak 19 unit. Artinya, 11 unit bangunan yang dibangun tanpa SIMB. Tindakan pemilik bangunan jelas melanggar Perda Kota Medan No.9 tahun 2002 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan,” kata Ali Tohar.

Selain itu, tambahnya lagi, bangunan yang dibangun juga melanggar roilen. Untuk Jalan Tuasan, roilen yang dilanggar lebih kurang 4 meter, begitu juga dengan roilen jalan komplek dilanggar lebih kurang 4 mter. Atas penyimpangan yang dilakukan, pihaknya telah mengirimkan surat peringatan kepada pemilik bangunan.

“Kita sudah 3 kali memberikan surat peringatan kepada pemilik bangunan atas pelanggaran yang telah dilakukan. Namun surat peringatan tidak ditanggapi, karenanya hari ini kita datang untuk melakukan pembongkaran. Sebab, kita tidak pernah mentolerir bangunan yang terbukti melakukan pelanggaran!” tegasnya.

Saat Ali tohar datang bersama puluhan anggotanya, bangunan dalam kondisi kosong. Artinya, tak satu pun pekerja yang ditemukan bekerja. Selanjutnya Ali Tohar memerintahkan anggotanya untuk membongkar bangunan yang terbukti melanggar Perda No.9 tahun 2002 tersebut. Dengan menggunakan palu besar, anggota Ali Tohar membongkar dinding penyekat bangunan.

Selesai melakukan pembongklaran, Ali Tohar mengingatkan pemilik bangunan agar tidak melanjutkan proses pembangunan, termasuk memperbaiki dinding sekat bangunan yang baru dibongkar. “Untuk sementara bangunan ini kita nyatakan stanvast.

Pembangunan dapat dilanjutkan apabila pemilik bangunan merevisi SIMB yang telah dimilikinya sehingga 11 unit bangunan yang tidak memiliki izin jadi memiliki izin. Jadi bangunan ini akan terus kita awasi. Jika dilanggar, kita lakukan pembongkaran kembali!” tegasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *