Bandar Narkoba Ketangkol

logobareskrimMEDAN | Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut meringkus bandar narkoba dengan jenis sabu-sabu, seberat 2 Ons, di Jalan Amaliun Gang Santun, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area, kemarin malam.

Dari penangkap tersebut petugas mengamankan Junaidi (49), Bandar Narkoba tersebut. Menurut data yang dihimpun di kepolisian, Rabu (2/10) siang, menyebutkan bahwa penangkapan Junaidi dilakukan, dimana petugas menyaru sebagai pembeli (Under Cover Buy).

Setelah itu, petugas dan pelaku membuat janji untuk bertemu dan melakukan transaksi. Pada malam itu lah, Junaidi melakukan transaksi sabu-sabu, disebuah rumah milik A’an di Jalan Amaliun Gang Santun.

Sabu dijual sebesar Rp 76 Juta per-onsnya. Dirinya tak sadar bahwa barang haram tersebut, dijualnya sama Polisi yang menyaru pembeli. “Dari tangan tersangka, kita amankan dua bungkus plastik putih dengan berat sabu mencapai 2 ons,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol.Toga H Panjaitan didampingi Wadir Reserse Narkoba Polda Sumut, AKBP Yustan Alfiani.

Menurut keterangan pelaku, bahwa serbuk putih tersebut didapatkan dari seorang bandar Risky yang merupakan warga kota Medan, yang kini masih dilakukan pengejaran oleh Polisi.

“Masih terus kita lakukan pengembangan, untuk meringkus bandarnya,” sebut Toga H Panjaitan. Atas kepemilikan narkoba, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Subs, Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman maksimal 20 tahun kurungan penjara, terkait dengan kepemilikan narkobanya ini,” tandas Toga.

Sementara itu, Junaidi mengatakan baru dua bulan ini, melakoni bisnis haramnya, dengan keuntungan per-onsnya Rp 1 Juta.

“Baru dua bulan aku menjalaninya, aku beli Rp 75 juta, aku jual, Rp 76 juta, cuma untung Rp 1 juta saja, untuk per-onsnya,” ungkap warga Jalan Puri Gang Amaliah No 175 Kelurahan Kota Matsum III, Kecamatan Medan Area.

Bisnis haram ini, digelutinya karena terdesak ekonomi keluarga yang harus dipenuhi, untuk istri dan ketiga anaknya tersebut. “Ya untuk kebutuhan keluarga saja, dari keuntungannya, karena aku tak punya pekerjaan,” katanya sembari menundukkan kepalanya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *