Pengusaha dan Masyarakat Sumut Kutuk PLN

sos dpp apindologobareskrimMEDAN – Kegeraman masyarakat Sumatera Utara terutama Kota Medan terhadap tak juga berhentinya pemadaman listrik dengan berbagai aksi terus berlanjut. Salah satu aksi dilakukan adalah gerakan sejuta tanda tangan mengutuk pemadaman listrik dilakukan PLN.

Gerakan sejuta tanda tangan mengutuk pemadaman listrik sekaligus menuntut agar pemerintah memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera Utara digalang oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (5/10).

Gerakan yang disebut sebagai gerakan ‘save our sumut (SOS)’ diikuti oleh berbagai elemen masyarakat seperti kalangan pengusaha, mahasiswa, kelompok buruh dan pekerja serta elemen masyarakat lainnya.
“Ini merupakan aksi kita terakhir menuntut pemerintah segera memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera Utara,” kata Ketua Apindo Sumut, Parlindungan Purba.

Pada kesempatan tersebud Parlindungan Purba mengancam akan melakukan mogok nasional jika tuntutan mereka kepada pemerintah untuk menyelesaikan krisis listrik di Sumut tidak kunjung dapat diatasi. “Kalau sampai akhir tahun ini tidak selesai, maka opsi ini akan kami ambil, kata Parlindungan Purba.

Tanda tangan yang dibubuhkan pada spanduk sepanjang sekitar 20 meter tersebut rencananya akan dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada pemerintah pusat. Hal ini akan menjadi bentuk protes dari masyarakat Sumut atas terhadap pemerintah pusat atas kegagalan mengurusi listrik.

“Kita berharap pemerintah membuka mata, kalau pemerintah pusat tidak mampu mengurusnya, maka serahkan penanganannya kepada masyarakat Sumut,” perwakilan Mahasiswa, Iswan Munandi.

Sementara itu Sekretaris Apindo Sumut Laksamana Adhyaksa menyebut bahwa krisis energi dan listrik di sumut cukup parah. Hal ini berdampak pada kerja, investasi serta ekonomi di Sumatera Utara. Atas dasar itulah Apindo menggelar aksi sejuta tanda tangan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *