Studi dan Budaya Jepang Jembatan Sukses Dunia Pendidikan

logobareskrimMEDAN | Studi bahasa Jepang atau budayanya adalah jembatan menuju sukses dalam dunia pendidikan serta bisnis era perdagangan bebas masa kini. Karena dalam dunia kontemporer masa kini,tidak satupun negara yang mampu memberikan kesejahteraan pada rakyatnya tanpa mengembangkan ekonominya melalui perdagangan luar negeri dan investasi internasional.

Hal ini dikatakan Konsul Muda Jepang, Suzuki Yushi saat membacakan sambutan Konsul Jenderal Jepang di Medan Yuji Hamada pada acara pameran sekolah dan konsultasi pendidikan Jepang di hotel JW Marriot Jalan Putri Hijau No 10 Medan, kemarin.

Pameran sekolah, Jepang dan konsultasi pendidikan ini kata Suzuki merupakan kedua kalinya digelar di Sumut khususnya Medan. Tujuannya selain untuk mensosialisasikan sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Jepang juga untuk memotivasi keinginan seseorang untuk terus menambah ilmu demi terciptanya individu yang profesional.

“Perguruan tinggi Jepang yang berpartisipasi pada hari ini siap untuk mengadakan konsultasi dan memberikan informasi tentang keberadaan sekolah atau perguruan tinggi, jurusan dan bagimana cara untuk bisa belajar dan mengikuti perkuliahan di Jepang .sesuai dengan tingkat kemampuan ekonomi yang dimiliki,” ucapnya.

Suzuki berpendapat, negara Jepang setelah sukses dengan “Restorasi Meiji” pada tahun 1868 kemudian mengembangkan perekonomiannya dengan menggunakan bahasa Jepang.

”Indonesia juga sedang berjuang untuk mengembangkan ekonomi dan masyarakatnya dengan bahasanya sendiri yaitu bahasa Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, sebut Suzuki, Jepang bisa menjadi referensi atau teladan bagi Indonesia.Kuncinya bagaimana negara bisa berkembang sambil mempertahankan tradisi dan budayanya sendiri.

”Pendidikan merupakan investasi terbaik bagi kita di masa depan, setiap individu mulai dari anak-anak hingga dewasa perlu mendapat bekal yang terbaik,terutama di bidang pendidikan agar nantinya mampu bertahan dalam menjalani kehidupan yang semakin hari semakin banyak tantangan dihadapi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kerjasama Internasional License Academy, Rika Nomura menjelaskan, penyelenggaraan pameran kali ini diikuti sekira 12 vendor sekolah dari negara Jepang.

“Peserta pameran tahun ini meningkat cukup signifikan dibanding tahun lalu yang hanya 4 sekolah,” kata Rika.

Pameran tersebut, sebut Rika, ternyata juga mendapat respon cukup besar dari pelajar Kota Medan,meningkat sekira 20 persen dibanding tahun lalu. ”Antusias pelajar yang mengunjungi pameran ini cukup besar, mereka yang datang umumnya melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memilih sekolah yang diminati. Ada peningkatan sekira 20 persen dibanding tahun lalu,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung dari SMA St Thomas I Medan, Budi mengakui, dirinya sengaja datang untuk melihat pameran tersebut. “Ini baru pertama kali lihat pameran seperti ini dan saya sudah tertarik dengan budaya Jepang sejak saya duduk di bangku SMP. Dan Saya juga berniat melanjutkan pendidikan ke Jepang dan mengambil jurusan design. Pameran ini sangat bagus sekali, membantu para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jepang,” ucap siswa ini. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *