HeadlineIndeksKriminalitas

Kapolres Madina Diminta Tuntas Kasus Pengrusakan Portal KP USU

Foto Portal KP USU DirusaklogobareskrimMEDAN | Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas), Edi Hasibuan meminta Kapolres Madina, segera menuntaskan kasus pengrusakan portal lahan milik Koperasi Pengembangan (KP) Universitas Sumatera Utara di Kecamatan Muara Batang Gadis Madina yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum dari PT Agro Lintas Nusantara (ALN), secara profesional dan transparan.

“Kita baru mendapatkan kabar ini terkait persoalan ini. Kami dari Kompolnas meminta agar pihak kepolisian khususnya Polres Madina segera menuntaskan kasus ini dengan cara profesional dan transparan, sehingga tidak ada tanda tanya di tengah-tengah masyarakat,” kata Edi melalui telepon selularnya, Rabu (16/10/2013).

Edi menjelaskan, dalam penegakan hukum Kompolnas mendorong pihak kepolisian agar tidak tebang pilih. Yang salah dikatakan salah dan yang benar dikatakan benar, agar rasa kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian semakin kuat. “Kita selalu mendorong agar intitusi kepolisian benar-benar dalam menegakkan hukum,” ujar Edi.

Ketika ditanya soal adanya informasi bahwa PT ALN ‘dibacking’ oleh sejumlah mantan Perwira Tinggi Polri sehingga ada rasa segan dalam menuntaskan kasus ini, Edi mengakui, Kompolnas baru mendengar informasi ini bahwa ada oknum mantan Perwira Tinggi Polri yang menjadi direksi di PT ALN.

“Namun, pada prinsipnya dalam penegakan hukum tidak ada memandang siapa dibelakangnya yang jelas kalau ada bukti hukum yang menyatakan perbuatan itu salah ya harus ditindak,” ucapnya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh wartawan bahwa Polres Madina terkesan lamban dalam menuntaskan kasus pengrusakan portal milik KP USU hal itu dilihat sejak dilaporkan pada awal September 2013 lalu hingga saat ini pihak Polres Madina belum menetapkan tersangka dalam kasus pengruskan portal milik KP USU tersebut.

Sebelumnya, Adnan Buyung Nasution selaku Kuasa Hukum KP USU dari Adnan Buyung Nasution dan Patners (ABNP) mengatakan, sengketa hukum lahan KP USU di Madina masih tahap banding di tingkat kasasi. “Jadi, proses hukumnya masih inkrah, sehingga pihak ketiga harus mematuhinya,” kata Adnan Buyung Nasution, baru-baru ini.

Adnan Buyung Nasution juga mendapat informasi bahwa pengurus PT ALN yang diduga melakukan penyerobotan lahan KP USU, diduduki oleh mantan-mantan pewira tinggi di Polri. “Bila hal itu benar ada keterkaitan sejumlah mantan pewira tinggi di Polri yang ‘melindungi’ PT ALN, maka saya akan menjadi lawannya. Dalam etika hukum, permainan PT ALN yang melalukan aksi kekerasan dengan menyerobot dan menguasai lahan KP USU tidak lah elok dalam kasus sengketa hukum. Sebagai upaya melindungi klien (KP USU), kami telah melayangkan surat laporan ke Poldasu, Polres Madina hingga Polri, untuk ditindaklanjuti. Kita akan flow up kasus sengketa KP USU hingga ke Kapolri, Jenderal Timor Pradopo,” tukas Buyung.

Buyung sangat menyayangkan sikap dan aksi brutal yang dilakukan PT ALN yang memaksa masuk ke areal perkebunan kelapa sawit KP USU dengan melakukan pengerusakan terhadap portal KP USU. Tindakan PT ALN dikabarkan melibatkan masyarakat sekitar dan beberapa oknum Brimob.

“Negara kita bukan negara koboy yang melakukan kekerasan. Ini tidak dapat dibiarkan, Kapolri harus tahu informasi ini agar citra Polri tidak tercoreng di mata masyarakat,” tandasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button