Rekanan Toba Pulp Tangani Pemeliharaan Jalan Sosorladang

jalan-tpl
Rekanan perusahaan dari Toba Pulp melakukan perbaikan jalan Sosorladang, Parmaksian, Tobasa.

bareskrimPARMAKSIAN | Dalam semangat kebersamaan, empat perusahaan rekanan menangani pemeliharaan 7 km jalan, mulai dari Sirait-Uruk hingga gerbang masuk logistik TobaPulp di Sosorladang, Parmakisan, Tobasa.

Jalan dengan lebar 8 m tersebut merupakan akses ke industri pulp TobaPulp (PT Toba Pulp Lestari,Tbk), dan juga ke beberapa PLTA (pembangkit listrik tenaga air) di sepanjang aliran Sungai Asahan, serta tersambung dengan jalan lintas antarkabupaten dari Tobasa ke Asahan.

Tahun ini, sebagaimana halnya tahun-tahun sebelumnya, TobaPulp men-drive pemeliharaan jalan tersebut dan kali ini ditangani empat rekanan lokal berbentuk perusahaan komanditer (CV), yakni Riduan Teknik, Karya Dany, Usaha Bersama dan Kaliber-33. Keempatnya masing-masing memperoleh satu paket ruas jalan, kecuali Karya Dany (2 ruas).
Penunjukan para rekanan melalui proses tender terbuka. Lalu ada negosiasi harga, dan para pemenang bekerja berdasarkan SPK (surat perintah kerja).

Secara teknis, pemeliharaan jalan tersebut bertujuan untuk mengembalikan kualitasnya ke posisi mantap. Untuk itu perlu pembersihan bagian-bagian permukaan jalan yang mengalami kerusakan, kemudian pemadatan base dengan batu belah (agregat), serta penetrasi aspal memakai teknik macadam (aspal cair disiram diatas batu yang disusun-padat) setebal 7 cm. Dibutuhkan 43,4 m3 batu belah untuk pemadatan base dan 3.199 m2 luas pengaspalan dengan teknik macadam, untuk merehabilitasi 236,56 m2 jalan yang mengalami degradasi. Nilai seluruh pekerjaan mencapai Rp395 juta.

Salah seorang pengawas lapangan, Daniel Sitorus, mengatakan, sistem tender dan palaksanaan kerja di TobaPulp sangat clear dan transparan. ”Dana yang diperjanjikan dalam kontrak seluruhnya menjadi milik rekanan. Tidak boleh ada potongan se-sen pun,” katanya. Sebaliknya, kualitas kerja pun harus standar sesuai kontrak. Bila hasil kerja berada di bawah mutu, berarti rekanan harus rela tidak dibayar. ”Bagus itu. Itulah baru profesional,” kata Manurung, salah seorang pemuka masyarakat Lumban-Huala, salah satu lokasi pemeliharaan jalan.

Kebersamaan

Soal mengapa penanganan pemeliharaan jalan itu sampai ditangani empat rekanan, diungkapkan Garuda Rajagukguk, staf senior CSR (corporate social responsibility) TobaPulp. ”Inilah kebijakanTobaPulp. Pekerjaan dibagi-bagi agar lebih banyak yang dapat kesempatan. Walau bagiannya sedikit, tapi banyak yang bisa menikmati. Ini namanya kebijakan berbasis kebersamaan,” katanya. Ia mengingatkan agar saluran air jalan agar selalu dirawat supaya berfungsi optimal. Musuh utama jalan ialah genangan air. Jadi, kunci keberlangsungan fungsi jalan terletak pada drainase-nya.

Mantan Kepala Desa Pangombusan, Tunggul Sibuea, menimpali, budaya Batak ”marsialap ari” (bergantian mengerjakan pekerjaan kawan) sangat baik dihidupkan kembali karena filosofinya sama dengan konsep gotongroyong. “Ayo kita buat program marsialap ari secara teratur, termasuk membersihkan parit, jalan, pekarangan rumah ibadah dan Puskesmas,” katanya.

Merespons animo masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup yang lebih baik, TobaPulp memasukkan termasuk maintenance jalan, gotong royong, penanaman pohon dan kecintaan kepada budaya dalam program CSR-nya. Program CSR mencakup empat pilar, meliputi pemberdayaan ekonomi kerakyatan, penndidikan, kesehatan, dan sosial lingkungan. Prasarana seperti jalan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilannya.

”Kita harus selalu bertekad melakukan yang terbaik untuk lingkungan sekitar kita,” kata Jasmin Parhusip, manajer CSR dalam pengarahannya kepada para kontraktor yang me-maintenance jalan dari Simpang Sirait Uruk ke Sosorladang ini. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *