Sumut dan Papua Sepakat Kawal Kerukunan Umat Beragama Nusantara

 

Wagubsu Tengku Erry Nuradi dan Evi Diana Erry, memberikan cenderamata ulos dan Hasapi alat musik Batak kepada Gubernur Papua, Lukas Nembe dalam jamuan makan malam di B-One Pantai Kota Jayapura, Papua.
Wagubsu Tengku Erry Nuradi dan Evi Diana Erry, memberikan cenderamata ulos dan Hasapi alat musik Batak kepada Gubernur Papua, Lukas Nembe dalam jamuan makan malam di B-One Pantai Kota Jayapura, Papua.

bareskrimPAPUA | Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Provinsi Papua, sepakat menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian sekaligus mengawal kerukunan umat beragama di Indonesia. Dengan begitu, harmonisasi antarumat beragama di Timur dan Barat Indonesia terjaga demi perdamaian di Nusantara.

Komitmen itu disebutkan disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi usai usai jamuan makan malam yang digelar Gubernur Papua, usai jamuan makan malam yang digelar Gubernur Papua, (26/11/2013).

Dalam jamuan makan malam tersebut, hadir Gubernur Papua Lukas Nembe dan isteri, Wagubsu dan Hj. Evi Diana Erry, Pangdam VII Cendrawasih Mayjen TNI Cristian Zebua, Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpan, Sekdaprov Papua T, R, E Herry Dosinain SIP, Wadan Lantamal Papua, Ass Kejati Papua, Kaban Kesbangpol Sumut Drs. H Eddy Syofian, M.AP, Kepala Kanwil Kemenag Sumut Drs. H. Abd. Rahim M. Hum, Ketua MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah MA, Pengurus FKUB Sumut dan Papua serta jajaran Pimpinan SKPD Papua.

Menurut Erry, komitmen tersebut merupakan hasil pertemuan FKUB Sumut dan FKUB Papua, hasil rumusan Seminar Kiat-kiat Memelihara Kerukunan yang dilakukan kedua provinsi. Komitmen lahir karena kedua daerah ini memiliki kesamaan dalam memandang pluralism. Selain itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan Papua serta masyarakatnya memiliki komitmen yang tinggi dalam merawat kerukunan beragama.

“Sumut sebagai daerah yang rukun dalam NKRI sedang Papua sebagai Tanah Damai. Beranjak dari itu, maka kedua daerah sepakat membangun komitmen sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Timur dan Barat Indonesia,” ujar Erry.

Dalam seminar juga terungkap bahwa kedua daerah memiliki semangat persaudaraan dan saling mengasihi antar umat beragama dalam nasionalisme kebangsaan yang bernuansa religi. FKUB Sumut dan Papua juga sepakat melalukan sosialisasi kepada pemuka agama agar berperilaku positif dan tidak menggunakan agama sebagai media untuk kepentingan politik praktis seperti Pemilu Legeslatif, Pilpres maupun Pilkada.

“Pemuka agama diharapkan serius menyampaikan pemahaman agama secara utuh dan mendalam sehingga tidak melahirkan pemeluk agama yang memahami agama secara sempit, parsial dan inklusif,” sebut Erry.

Erry juga menyatakan, Sumut dan Papua merupakan Tamansari Nusantara karena dapat merawat kerukunan etnik dan agama yang sangat heterogen hingga menciptakan harmonisasi yang baik.

“Setelah melihat langsung Papua, tidak benar isu yang menyatakan Papua memberlakukan diskriminasi terhadap agama tertentu. Apalagi Pemprov Papua membangun semua rumah ibadah dalam APBD dan kegiatan Ormas Keagamaan.” puji Erry.

Sementara Gubernur Papua, Lukas Nembe mengatakan, pemuka agama diharapkan tidak mengajak umat yang sudah memiliki agama berpindah pada agama lain atau sekte lain karena dikhawatirkan dapat memicu konflik SARA.

“Tanah Papua memberi kebebasan bagi pemuka agama untuk menyebarkan iman dan keyakinan kepada warga Papua yang belum beriman dan berkeyakinan, bukan menebar ajaran untuk berpindah keyakinan” ujar Lukas.

Dalam pertemuan tersebut, Lukas juga menyatakan apresiasi kepada Sumut yang dinilai memberi kontribusi besar dalam memelihara kerukunan dan keharmonisan umat beragama di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua FKUB Papua Pdt Dr Herman Saud mengatakan, hal yang menarik menurut Erry, dalam seminar, pemuka agama kedua daerah meminta Pemprov Sumut dan Papua bertindak adil dalam melihat persoalan tentang pendirian rumah ibadah, perusakan dan tindak kekerasan pada sarana ibadah agama. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *