Diurus Oknum Dewan | Tersangka Judi Lepas

bareskrimTEBINGTINGGI | Tersangka judi berinisial JM warga Perumahan BTN Desa Binjai ‘bebas’ dari sel tahanan Polres Tebingtinggi. Padahal, tersangka ketangkap tangan berjudi.

Informasinya, lepasnya tersangka dari jeratan hukum diupayakan loby-loby oleh oknum wakil rakyat (DPRD) Serdang Bedagai berinisial HH.

Hal ini mendapat tanggapan sinis dari warga Tebingtinggi tentang sikap Kapolres Tebingtinggi yang tebang pilih dalam melakukan penahanan terhadap tersangka judi. Padahal, masyarakat berharap besar pada Kapolres Tebingtinggi Enggar Pareanom SIK mampu memberantas judi di wilayah hukum Tebingtinggi.

Ketua Dewan Perwakilan Kota (DPK) LSM TRATEGI (Sentra Transformasi dan TransparansiNegeri), Ridwan Siahaan SH mengecam kinerja buruk Polres Tebingtinggi yang dipimpin Enggar Pareanom yang melakukan tangkap-lepas tersangka judi JM dkk.

“Tebang pilih penahanan pelaku judi di wilayah hukum Tebingtinggi menunjukkan ketidakmampuan Polres memberantas judi,” ucapnya, Senin (27/1/2014).

Menurut Siahaan, dengan dilepaskannya tersangka judi JM dkk., menimbulkan indikasi dugaan “wani piro” di tingkat penyidikan kepolisian terjadi. Sementara keterlibatan HH oknum DPRD Sergai dalam intervensi penyidikan di Polres Sergai menunjukkan bahwa di Polres Tebingtinggi ada mafia alias markus yang bisa mengatur kewenangan penyidikan.

Seharusnya, Polres Sergai selaku aparat penyidik melakukan tugas sesuai prosedur tanpa harus diintervensi pihak asing yang tidak berkepentingan secara hukum.

Konfirmasi melalui Kanit Judisila Polres Tebingtinggi, Kadarusman mengatakan pada wartawan bahwa tersangka judi JM dkk., (yang menurut Kadarusman 3 orang) tidak terdapat bukti kuat, karena hanya ada kartu yang menjadi barang bukti, dan tidak diketemukan uang.

Kadarusman mengakui, keterlibatan HH dalam perkara itu hanya membantu. Di tempat lain HH yang dikonfirmasi wartawan mengaku mengurus tersangka pelaku judi JM dkk sehingga tidak ditahan polisi.

Menurut HH, tersangka yang diurusnya berjumlah 5 orang, berbeda dengan keterangan Kadarusman Kanit Judisila. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *