Urai Krisis Listrik Perlu Keterlibatan DEN

Catatan: Farid Wajdi SH MHum

Seperti tidak ada habis-habisnya, beragam krisis menimpa negeri ini, krisis listrik pun juga menimpa negeri yang kaya raya akan sumber energi ini. Kini Indonesia menghadapi tantangan yang sangat berat berkaitan dengan masalah listrik.

FaridHampir tiap hari terjadi pemadaman bergilir. Pemadaman ini tidak hanya di pelosok-pelosok desa yang jauh dari sumber energi, tetapi juga terjadi di daerah-daerah yang dekat dengan sumber energi, bahkan Medan Ibukota Sumatera Utara pun tidak luput dari pemadaman listrik.

Memasuki tahun 2014 ini, krisis listrik belum juga tuntas. Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi. Padahal sebagai daerah krisis sejak 2005 lalu, mestinya penanganannya juga pendekatan krisis. Kebijakan anggaran, aturan hukum dan koordinasi antar-instansi mestilah dalam situasi krisis.

Hambatan birokrasi, keuangan dan koordinasi antardaerah, antarinstansi sejatinya dapat diatasi dengan baik dengan maksud segera keluar dari krisis penyediaan energi listrik. Masalah listrik di Sumut sudah darurat sehingga perlu penanganan yang serius.

Sewa Genset

Langkah darurat PLN dengan menyewa genset 300 MW untuk menopang mesin pembangkitan yang rusak sepertinya belum cukup ampuh sebagai solusi. Padahal efek dari pemadaman listrik ini membawa kerugian yang luar biasa besarnya, baik itu kerugian secara material maupun kerugian moril. Pemadaman listrik ini juga akan membawa efek bola salju yang luar biasa.

Banyak industri yang menghentikan proses produksinya karena alat-alat elektroniknya tidak berjalan, akibatnya industri ini tidak bisa menghasilkan barang yang akan dijual ke pasaran. Dengan tidak adanya barang yang dihasilkan, tentunya karyawan pabrik tidak akan digaji. Seterusnya, distributor tidak akan bisa menjual barang dan akhrinya keuntungan tidak bisa didapat.

Ini tidak hanya terjadi pada satu industri, tetapi ada banyak industri yang terkena dampak pemadaman listrik ini. Contoh kerugian lainnya adalah dengan adanya pemadaman listrik seorang pelajar tidak akan bisa belajar dengan maksimal sehingga besar kemungkinan ini akan mengganggu kelancaran studinya.

Perlu diingat, ini tidak hanya terjadi ke satu pelajar, ada banyak pelajar dari SD sampai SMA yang terganggu dengan adanya pemadaman listrik ini. Apalagi, mereka para pelajar sekarang ini sedang mempersiapkan diri jelang Ujian Nasional.

Tentu kerugiannya tidak bisa ditaksir dengan uang lagi. Situasinya sudah menyangkut investasi baik di bidang sosial, ekonomi dan pendidikan.

Keterlibatan DEN

Secara normative, krisis listrik terbagi dua, yaitu jika suatu daerah terjadi pemadaman listrik maka ditangani PLN bersama Kementerian ESDM.

Seterusnya, berdasarkan UU Energi, krisis itu terjadi kalau memang sangat mengganggu perekonomian secara keseluruhan. Terus diantisipasi oleh PLN, jika tetap tidak berhasil, Presiden sebagai ketua Dewan Energi Nasional (DEN) akan mengambil langkah konkrit.

Masalahnya sampai kini Dewan Energi Nasional belum mau dan mampu memberi solusi atas krisis listrik di Sumut. Oleh itu, gagasan pendirian BUMD kelistrikan di Sumatera Utara jika dikelola secara profesional dengan komitmen dan keberpihakan kepada pelayanan publik dapat jadi bagian solusi.

Tapi apakah pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota maudan mampu melakukan terobosan itu? Tidak kalah penting adalah melakukan proses hukum kepada para pejabat yang terlibat penyalahgunaan di lingkungan PLN. (Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen – LAPK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *