Soal Tangkapan Penggarap Tanah | Polsek dan Polresta Beda Pendapat

bareskrimMEDAN | Meski telah mengamankan 9 orang, namun Polresta Medan maupun Polsek Percut Sei Tuan belum menetapkan tersangka dibalik kasus tewasnya Ngatiran (55) warga Jalan Pancing Gang Karso Lingkungan X Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli yang tewas bersimbah darah di lahan garapan Kampung Agan Desa Sampali (belakang Vihara Cemara Asri) Kecamatan Percut Seituan, 12 Februari 2014.

9 orang yang diperiksa insentif di ruang unit Jahtanras itu, telah dipulangkan dengan alasan tidak cukup bukti. “Kita pulangkan karena cuma saksi,” kata Kanit Jahtanras Polresta Medan AKP Daniel Marinduri, Kamis (13/2/2014).

Berbeda dengan yang dikatakan Kanit Reskrim Percut Sei Tuan,AKP Zulkifli Harahap. Dirinya mengatakan, 9 orang yang diperiksa, 2 diantaranya diketahui pelaku pembakaran dan perusakan rumah Juwita Br Aritonang (50) yang menangis histeris mengetahui Ngatiran tewas saat di lokasi kejadian. Sedangkan ke 7 lainnya, masih ditetapkan sebagai saksi.

Namun, 2 orang yang berinisial NO dan AD, belum diketahui jelas atas keterlibatannya dalam pembunuhan Ngatiran. Dari lokasi, petugas juga mengamankan sebuah senjata tajam (Sajam) jenis pisau, dari sebuah pondok di sekitar lahan garapan.

“Polsek Percut dan Polresta Medan masih mendalami kasus kematian Ngatirin. NO dan AD masih kita periksa dan belum jelas keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Ngatiran,” ujarnya.

Dijelaskannya, keluarga korban juga telah membuat laporan secara resmi ke Polsek Percut Seituan. “Anak korban, Hatta (30) telah membuat laporan secara resmi. Dari hasil otopsi sementara, korban mengalami luka tikaman sebanyak 3 kali tusukan di dada, perut dan kepala. Tangan sebelah kiri patah diduga akibat dipelintir,” ujarnya.

Dijelaskannya, 9 orang yang diamankan hingga kini masih dilakukan pemeriksaan di Polresta Medan. “Kita masih melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang identitasnya telah kita kantongi, dan sekaligus tersangka pembunuhan,” katanya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *