Bupati dan Wakil Bupati Nisel Mangkir Dipanggil Kejatisu

bareskrimMEDAN | Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan, Idalisman Daichi dan Hukuasa Ndruru tidak menghadiri alisa mangkir terhadap panggilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan RSUD Kabupaten Nisel. Keduanya mangkir tanpa ada alasan yang jelas.

“Memang dijadwalkan pemeriksaan Bupati dan Wabup Nisel sebagai saksi untuk 17 tersangka itu, Jumat (14/2/2014). Tapi, mereka tidak datang tanpa alasan,” kata Kasipenkum Kejatisu Chandra Purnama SH.

Chandra mengatakan, pihaknya tidak menerima surat pemberitahuan alasan mangkir itu. Ia pun menuturkan bahwa penyidik akan menjadwal ulang pemanggilan kedua orang nomor satu dan dua di Nisel itu.

Sebelumnya, dalam penyidikan dugaan korupsi ini, pada Desember 2013 lalu, penyidik pidsus Kejatisu juga telah memeriksa enam pejabat di Nisel.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan 17 orang pejabat di Nisel sebagai tersangka dugaan korupsi ini, diantaranya Asa’aro Laia selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Nisel, Aminuddin Siregar selaku Kepala BPN Nisel yang menjadi Ketua Panitia
Pengadaan Tanah, Tongoni Tapunao selaku Wakil Ketua Panitia Pengadaan Tanah, serta enam orang anggota Panitia Pengadaan Tanah diantaranya Lahumezaro Zebua, Nurudodo Sarumaha, Warisan Ndruru, Monasduk Duha, Meniati Dachi, Fohalowo Laia.

Kemudian, Ahlan Waw selaku PPAT Kecamatan Fanayama, Siado Zai selaku Ketua Tim Penaksir Harga, Sugianto selaku Sekertaris Penaksir Harga, serta tiga orang anggota tim Penaksir Harga diantaranya Ikhtiar Dhuha, Yockie AK Dhuha dan Abdril Samosir.
Selain itu terdapat dua orang pihak swasta yang ikut jadi tersangka, yaitu Firman Adil Dachi, yang merupakan adik Bupati Idealisman Dachi, dan Sushi Marlina Dhuha.

Dijelaskan Chandra, ke-17 orang ini ditetapkan sebagai tersangka sejak 29 Oktober lalu. Para tersangka, katanya diduga telah menggelembungkan harga dalam pengadaan 2 persil tanah seluas 60 ribu meter persegi pada 2012. Lahan itu diperuntukkan bagi pembangunan RSUD Lukas Hilisimaetano di Teluk Dalam. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *