Pengungsi Sinabung Gelar Perpisahan

bareskrimKABANJAHE | Dengan kesadaran sendiri, sebanyak 1.620 jiwa atau 509 kepala keluarga pengungsi dampak erupsi Sinabung mulai kembali ke desa masing-masing di Kecamatan Namanteran,Tanah Karo, Sabtu (15/2/2014).

Para pengungsi ini sudah diperbolehkan kembali, karena permukiman aman dari jangkauan letusan karena berada di luar radius 5 km dari Gunung Sinabung.

Sebelum kembali, para pengungsi yang selama lima bulan menetap di Pos Pengungsian Sampajaya ini menggelar acara pelepasan dan perpisahan dengan warga setempat. Suasana pelepasan berlangsung penuh haru disaksikan oleh Pemkab Karo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Dalam acara tersebut warga mendapat nasehat dari tokoh adat agar tetap positif dan tegar menjalani kehidupan di desa asal masing-masing. Kebersamaan selama mengungsi menjadi pengalaman berharga dan perekat silahturahim warga.

Pengungsi secara bergotong royong sebelumnya membersihkan jambur tempat mereka bermukim selama lima bulan terakhir.
Situasi di pos pengungsian terlihat disibukkan dengan aktivitas berkemas dan memuat barang untuk diangkut ke rumah masing-masing. Proses pulang kampung ini dilakukan secara mandiri oleh pengungsi yang dibantu para kerabat masing-masing dan ikut memprakarsai aparat desa dan kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Provsu Asren Nasution mengungkapkan apresiasi kepada para pengungsi yang dengan kesadaran sendiri secara sukarela kembali ke kampung halaman.

Asren mengatakan, Gubsu menyampaikan terimakasih kepada segenap aparat yang telah melayani warga dan masyarakat setempat yang dengan tangan terbuka menerima keberadaan saudara-saudaranya yang terkena musibah.

Gubsu berpesan, agar masyarakat dapat tetap optimis melanjutkan kehidupan, dan selalu tangguh dalam situasi bencana. “Tetaplah optimis dalam situasi darurat sekalipun,” pesannya.

Asren Nasution kepada wartawan menjelaskan, selama berada dipengungsian, warga masyarakat menjadi lebih tangguh. “Ternyata selama di pengungsian mereka menjadi tangguh. Ini dampak positif selama di pengungsian, potensi ini akan terus kita pelihara dan akan dijadikan model dalam penanganan kebencanaan,” kata Asren.

Selain pengungsi dari Kecamatan Namanteran, pengungsi dari kecamatan lain yang berada di luar radius 5 km juga memulai persiapan kembali ke desa masing-masing. Gubsu H Gatot Pujo Nugroho pada Kamis (13/2/2014), meninjau persiapan kembali warga Desa Batukarang Kecamatan Payung.

Dalam kunjungan itu Gubsu melihat langsung warga membersihkan kediaman dan memastikan infrastruktur jalan bisa digunakan warga. Saat mengunjungi Desa Batu Karang, Kecamatan Payung misalnya Gubernur mengecek kondisi permukiman, serta ladang. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *