Pemko Medan harus Ambil Ahli PDAM Tirtantadi

bareskrimMEDAN | Masyarakat Kecamatan Medan Helvetia kecewa dengan pelayanan PDAM Tirtanadi yang hingga kini belum juga memperbaiki kinerjanya. Padahal, masyarakat terus dibebankan retribusi setiap bulannya.

Salah seorang warga Kecamatan Helvetia, Mariana mengaku, pelayanan perusahaan air plat merah tersebut kurang optimal. Air yang seharusnya didistribusikan oleh PDAM Tirtanadi sering macet dan kurang bersih.

“Hampir setiap hari air di sini macet. Bukan itu saja, airnya-pun kotor. Tapi pas pelanggan telat bayar, dikenakan denda oleh PDAM,” keluh Mariana kepada wartawan, Kamis (20/2/2014).

Ketika permasalahan ini dipertanyakan kepada Anggota Komisi C DPRD Kota Medan yang merupakan konterpartnya PDAM Tirtanadi, Ir. udiman Panjaitan mengaku, pihaknya sering menerima laporan pengaduan masyarakat prihal layanan perusahaan plat merah tersebut.

“Kita akui saat ini masyarakat Kota Medan sudah menjerit karena PDAM Tirtanadi tidak mampu meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya. Pasokan air bersih selalu macet. Meskipun sudah ditindaklanjuti kepada yang bersangkutan, pihak PDAM Tirtanadi belum dapat menunjukan solusi yang terbaik,” ungkapnya.

“Semuanya hanya memberikan jawaban yang klasik dengan berbagai alasan adanya perbaikan dan lain sebagainya tapi hasilnya nol besar. Tapi mengapa untuk perumahan yang mewah justru mereka (PDAM Tirtanadi-red) mampu menyuplai air dengan baik. Justru untuk masyarakat kecil tidak mampu, ada apa ini,” kesalnya.

Untuk itulah, politisi PDS ini meminta kepada Pemko Medan, agar mengambil alih pengelolaan PDAM Tirtanadi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Mengambil alih pengelolaan PDAM Tirtanadi sangat rasional, karena memang pelanggan 80 persen PDAM Tirtanadi itu sendiri pada umumnya adalah warga Kota Medan. Bila pihak Pemprovsu enggan melepaskanya, jelas hal ini sudah menunjukan Pemprovsu sudah tidak lagi pro terhadap rakyat kecil, maka silakan Pemko Medan membuat kebijakan sendiri dengan membuat perusahaan air minum sendiri,” pinta Budiman. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *