Q-Journal Paper Award

Executive General Manager Divisi Solution Convergence Telkom, Achmad Sugiarto (tengah) didampingi GM Telkom Witel Sumut-Barat Rifnaldi (kiri).
Executive General Manager Divisi Solution Convergence Telkom, Achmad Sugiarto (tengah) didampingi GM Telkom Witel Sumut-Barat Rifnaldi (kiri).

bareskrimMEDAN | Indonesia memiliki lebih dari 3.000 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang menampung lebih dari 5,4 Juta mahasiswa dengan bimbingan 160.000 dosen. Hal ini menempatkan Indonesia berada di kawasan paling dinamis dalam pengembangan riset-riset akademis dan industri.

Disisi lain, Scopus, website yang mengindeks dan pemeringkat berbagai jurnal di seluruh dunia, mencatat bahwa selama tahun 1996 – 2012 hanya terdapat 20.166 dokumen yang menempatkan Indonesia pada peringkat 61 dunia, tertinggal dari Negara ASEAN lainnya yaitu Thailand dengan 82.209 dokumen (43), Malaysia dengan 99.187 dokumen (40), dan Singapura dengan 149.509 dokumen (32).

Perlu upaya ekstra dalam menumbuhkan budaya menulis hasil penelitian di berbagai Perguruan Tinggi dan menjadi tantangan besar bagi akademisi Indonesia untuk dapat mempublikasikannya ke kancah Internasional.

Hal inilah yang menjadi dasar bagi Telkom untuk mengembangkan Q-Journal (http://qjournal.co.id) pada Maret 2013 silam sebagai upaya kontribusi Telkom bagi dunia pendidikan di Indonesia dalam mengakses berbagai Jurnal Internasional maupun mempublikasikan Jurnal di Indonesia ke kancah global.

Executive General Manager Divisi Solution Convergence Telkom, Achmad Sugiarto mengatakan, Q-Journal didesain untuk dua tujuan. Pertama, memberikan fasilitas penyimpanan bagi jurnal-jurnal kampus.

Paper yang disimpan di Q-Journal akan memperoleh coverage internasional, karena langsung diindeks oleh database paper internasional ternama. Harapannya adalah terjadi peningkatan pada tingkat sitiran (citation rate) dari paper-paper Indonesia, yang secara otomatis akan meningkatkan impact factor journal, reputasi akademis penulis, serta perguruan tinggi atau lembaga penelitiannya.

Tujuan kedua adalah sebagai media distribusi paper. Dengan mengakses Q-Journal, kampus dapat menyediakan mahasiswa maupun dosen berbagai paper berkualitas internasional dengan spektrum ilmu yang sangat luas.

”Ini sangat penting terutama bagi kampus-kampus kecil yang belum memiliki akses memadai ke berbagai paper internasional yang harganya relative mahal,” ujar Anto, sapaan akrab Achmad Sugiarto seraya menambahkan, biaya berlangganan Q-Journal sendiri sangat rendah, karena Telkom tidak berorientasi pada profit.

Dalam upaya memancing peningkatan publikasi paper dari kalangan akademis maupun peneliti di seluruh Indonesia, Telkom mengambil langkah agresif berupa kompetisi yang disebut Q-Journal Paper Awards.

Kompetisi ini ditujukan bagi dosen/akademisi perguruan tinggi, mahasiswa, juga peneliti non perguruan tinggi. Bidang yang dikaitkan dalam kompetisi ini adalah ”Politik, Pemilu dan Pencegahan Korupsi”, ” Teknologi Komunikasi, Informasi dan Inovasi”, ”Kesehatan dan Jamkesmas”, ”Transportasi dan Budaya Pelopor Keselamatan Berlalulintas”, serta ”Pariwisata dan Ekonomi”.

Dengan demikian, jurnal-jurnal kampus/institusi yang telah menjadi member Q-Journal dan terkait dengan tema tersebut, dapat segera didaftarkan untuk diikutsertakan dalam Q-Journal Paper Award.

Bagi institusi yang belum menjadi member Q-Journal, maka institusi dapat mengajukan kepada Account Manager Telkom di seluruh Kantor Wilayah Telkom atau Kantor Daerah Telkom di seluruh Indonesia. Telkom akan memberikan akun untuk mengakses Q-Journal kepada setiap institusi dan selanjutnya admin jurnal tiap institusi dapat mengupload jurnalnya di Q-Journal.
Paper yang sudah tayang di Q-Journal dapat diikutsertakan oleh penulis maupun institusi kampus dengan mengisi form yang telah disediakan di http://qjurnal.co.id/kompetisi.

Batas pengunggahan paper/artikel untuk kompetisi Q-Journal Paper Award akan ditutup pada 10 April 2014, sementara pemenang akan diumumkan pada 2 Mei 2014 mendatang. Penentuan pemenang didasarkan pada penilaian dewan juri yang terdiri atas Prof Ashwin Sasongko, Yundini H Erwin, Prof Azril Azahari, Prof. Hasbullah Tabrani, dan beberapa lainnya.

Selain itu, ada juga reward untuk kategori paper terfavorit yaitu paper yang paling banyak diunduh di Q-Journal untuk setiap kategori peserta (dosen/peneliti perguruan tinggi, peneliti non-perguruan tinggi, dan mahasiswa). ”Kita ingin menggairahkan keinginan orang untuk menulis,” ujar Anto.

Pihaknya menargetkan 1.000 jurnal dan riset akademis di Q-Journal dalam waktu tidak lama lagi melalui program ”1000 Jurnal Anak Bangsa Menuju Dunia” yang telah digagas pada pertengahan 2013 silam. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *