Rakernas PB ISMI | Populasi Suku Melayu Perikat ke 6 di Sumut

suku melayubareskrimMEDAN | Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) di Aula Quba, Asrama Haji, Jl. A.H. Nasution Medan, Jumat (28/2/2014).

Rakernas kali ini mengusung tema “Wujudkan Masyarakat Melayu Yang Sejahtera dan Berdaya Saing”. Dalam acara pembukaaan, hadir Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin, MayjenTNI Agus Surya Bakti bersama istrinya artis Bella Saphira, sejumlah pemangku adat Melayu, Sultan Langkat, Rektor UMSU, akademisi, ulama, tokoh-tokoh Melayu Sumut dan nasional, serta ormas Melayu dan undangan lainnya.

Wagubsu Tengku Erry Nuradi yang juga selaku Ketua Umum PB ISMI mengatakan, etnis Melayu bukanlah suku mayoritas di Sumut. Populasi etnis Melayu bahkan hanya menempati urutan keenam. Meski begitu, etnis Melayu tidak boleh berkecil hati karena memiliki sejumlah guru besar, tokoh dan konseptor handal.

“Kita mengetahui bahwa banyak guru besar, professor, doktor, tokoh terkenal dan konseptor handal dari etnis Melayu. Tetapi etnis Melayu juga tidak boleh pongah dan sombong. Kelebihan yang ada layaknya digunakan untuk membangun bangsa,” ujar Erry.

Oleh karena itu, etnis Melayu yang pupulasinya relatif kecil sekitar 10%, harus memberikan manfaat bagi negara dan bangsa Indonesia. Perjuangan Sumpah Pemuda tahun 1928 yang menelurkan ikrar; berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa Indonesia, harus menjadi semangat bagi etnis Melayu untuk lebih berperan dalam pembangunan bangsa.

“Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Makna dari Sumpah Pemuda itu adalah bahasa Indonesia adalah sarana pemersatu dari ratusan etnit yang ada. Sampaikan kapanpun, etnis Melayu dimanapun berada, harus menjadi pemersatu bangsa,” harap Erry.

Erry memaparkan, tidak sedikit tokoh Sumut berasal dari etnis Melayu. Sebut saja almarhum Tengku Rizal Nurdin yang menjadi Gubernur Sumut dari tahun 1998 hingga 2008. Almarhum tidak lagi menjabat Gubernur Sumut akibat wafat dalam kecelakaan pesawat. Tampuk kepemimpinan Sumut seolah estapet kepada Datuk Syamsul Arifin yang juga dari etnis Melayu hingga 2013.

“Alhamdulillah, masyarakat Sumut memberi saya amanah menjadi Wakil Gubernur Sumut periode 2013 – 2018. Rekam jejak etnis Melayu terus mengambil peran dalam pembangunan Sumut menyongsong era sejahtera yang berdaya saing,” ucap Erry.

Erry berharap, etnis Melayu dimanapun berada, harus mengambil peran dalam pembangunan. Peran tersebut jangan sampai terputus apalagi puas menjadi penonton di kampung sendiri.

“Perlu diingat, etnis Melayu harus siap merangkul dan dirangkul etnis lain dalam hal apapun demi memajukan bangsa dan negara. Keragaman suku, adat istiadat dan budaya adalah kekayaan sekaligus kekuatan Indonesia. Berbeda-beda, namun satu dalam tujuan dan cita-cita,” papar Erry.

Sementara Dewan Penasehat PB ISMI, Prof Ir Djohar Arifin Husein mengatakan, Rakernas PB ISMI sengaja digelar pada Tanggal 28 Februari untuk mengenang hari lahir tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia asal etnis Melayu, Tengku Amir Hamzah, yang terlibat aktif dalam menyusun konsep Sumpah Pemuda.

“Pada konsep sumpah pemuda, pakaian nasional masih mengikuti gaya barat yakti jas dan dari, tapi untuk penutup kepala (Peci) Bung Karno memilih songkok Melayu sebagai penutup kepalanya yang langsung dipilih dari Peci yang dipakai Tengku Amir Hamzah,” tutur Djohar.

Untuk itu, jadikan Sumpah Pemuda, bahasa Indonesia, juga peci menjadi semangat bagi etnis Melayu dalam mengambil peran mendukung pembangunan.

“Etnis Melayu termasuk salah satu pelopr negara. Dari itu, jangan menjadi penonton kampung sendiri,” ucap Arifin.

Arifin juga mengimbau masyarakat Melayu untuk bersatu dan melebur dengan etnis lainnya. Baik mereka yang berada dikalangan atas maupun ditingkatan bawah. Merupakan suatu kebanggaan jika etnis Melayu mendukung calon legislatif dari kalangan Melayu.

“Melayu baiknya memilih orang Melayu terserah dari partai mana saja,” ucapnya.

Rakenas PB ISMI berlangsung selama selama 3 hari, sejak Kamis 26 Februari hingga Sabtu 1 Maret 2014 mendatang. Rangkaian Rakernas dimulai dengan berziarah kesejumlah makam tokoh Melayu. Pada Sabtu (29/2/2014) Rakernas juga diisi dengan Pameran Budaya Melayu hasil karya anak Melayu yang dipamerkan di stand halaman Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *