HeadlineIndeksKriminalitas

Dihipnotis | Kalung dan Gelang Mahasiswi Panca Budi Raib

bareskrimMEDAN | Polsek Sunggal kedatangan ‘tamu’ seorang wanita. Tujuannya untuk membuat laporan pengaduan.

Wanita itu bernama Fitri (20) warga Jl Pasar II Kecamatan Medan Tuntungan dengan wajah lesu dan lemas mengadukan prihal tindak kejahatan yang dialaminya, Sabtu (8/3/2014).

Ia mengaku dihipnotis oleh seorang wanita hamil di dalam angkot saat melintas di Jl Amal, Medan Sunggal, Sabtu (8/3/2013). Perhiasan emas miliknya dibawa kabur wanita tersebut.

Informasi yang dihimpun, kejadian yang menimpa korban saat dia hendak berangkat kuliah ke kampus Panca Budi Medan. Mahasiswi yang duduk di semester 6 Fakultas Ekonomi ini berangkat dengan menaiki angkot 118 Mekar Jaya trayek Tuntungan-Belawan yang kebetulan pangkalan angkot tersebut tak jauh dari rumahnnya.

Beberapa saat di dalam angkot, korban masih merasa biasa saja. Selanjutnya, angkot pun melaju dan kemudian di-stop seorang wanita hamil yang mengaku bernama MS tepat di simpang Tuntungan.

Di dalam angkot tersebut, MS langsung duduk di sebelah korban. Dan mulai melontarkan berbagai pertanyaan terhadap korban perihal tujuan perjalanannya.

Tak berapa lama, tiba-tiba MS mengatakan kepada korban bahwa dia menemukan sebuah kertas tepat di sebelah korban yang berisikan sebuah kalung dan gelang mas.

Sejurus kemudian, korban pun menurut saja terhadap perkataan pelaku dan mengatakan mengganti mas tersebut dengan milik korban. Dan akan mengadaikannya ke tempat gadaian.

Sejak saat itulah, korban menukarkan emas lantaran tergiur bahwa perhiasan yang didapat dari kertas tersebut lebih besar jumlahnya

“Dia (pelaku) naik dari simpang Tuntungan trus nanya-nanya aku kuliah di mana. Setelah itu tiba-tiba dia mendapat kertas yang berisi mas dan gelang. Entah kenapa aku mau nurut aja sama dia untuk tukaran. Dia sempat ngasi nomor dan namanya samaku. Makanya aku percaya,” ujar korban yang mengenakan jilbab warna hijau tersebut.

Selanjutnya, setelah berhasil menukarkan kalung korban, pelaku pun memilih turun di Jalan Amal Medan Sunggal dengan alasan hendak menemui suaminya bentar untuk mengambil uang Rp 20 juta yang bekerja sebagai agen jual beli mobil bekas.

“Terus dia turun di Jalan Amal untuk menemui suaminya dan katanya bentar lagi aku ditelponnya. Dan setelah ibu yang tampak hamil itu turun barulah aku sadar kalau aku sudah ditipunya,” ujar korban yang mengaku anak terakhir dari lima bersadara itu.

Atas kejadian tersebut, korban pun langsung mendatangi Polsek Sunggal dan sambil menunggu orangtuanya untuk mendampinginya. Sementara atas kejadian tersebut korban mengalami kehilangan kalung emas seberat 2 gram dan gelang 2 gram yang digantikan pelaku menjadi imitasi.

“Dia (korban) belum membuat laporan, katanya menunggu orangtuanya dulu,” ujar salah satu petugas SPK Polsek Sunggal. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING
Close
Back to top button