Mertua Adukan Mantu ke Polisi

bareskrimMEDAN | Harbiah Ritonga (50) warga Jalan Jermal Gang Baru Kecamatan Percut Sei Tuan, bersama anak keempatnya, Fadli (21) benar-benar tak habis pikir dengan perbuatan bejat suami dari anaknya Dewi Murni (25) yang tinggal di Jalan Jermal 15 Keramat Kuda.

Pasalnya, menantunya itu Abdul Rahim (30) yang diketahui seorang pengangguran, tega menganiaya Dewi istrinya hingga menyulut emosi dari orangtuanya yang menerima pengaduan, Kamis (3/4/2014) .

Informasi diperoleh menyebutkan, pagi itu sekira jam 10.00 WIB, Dewi mendatangi rumah orangtuanya sembari menangis histeris lantaran baru saja mendapatkan penganiayaan dari suaminya.

Atas aduan anaknya itu, Harbiah yang memang kenal watak malas menantunya itu lantas melporkanya ke Polsek Percut Sei Tuan.

“Si Abdul itu bilang, kalau mengancam tidak untuk menakut-nakuti. Bila dia sudah mengancam anakku pasti itu akan terjadi, sebenarnya anakku sudah mau bercerai dengannya, dikarenakan si Abdul ini sering marah-marah tak jelas dan sering memukul kepala anakku sampai benjol,” katanya.

Dikisahkannya, persoalan rumah tangga anaknya itu memang sudah retak dari beberapa bulan lalu. Pemicunya, lantaran Dewi yang ingin bekerja membantu kehidupan ekonomi dihalangi oleh sang suami.

Mengingat Abdul Rahim juga ngangur, Dewi terpaksa nekat mengindahkan larangan suaminya itu. Akhirnya terjadi perselisiahan yang berujung terhadap penganiayaan kepada Dewi.

“Tadi pagi, si Dewi datang ke rumah mengaku kalau dia dipukuli oleh suaminya. Dia juga sudah tak tahan dengan suaminya dan ingin bercerai. Gak lama, tiba-tiba Abdul datang ke rumah kami dan menarik paksa Dewi agar keluar,” terangnya.

Adiknya Fadli, saat itu berada di rumah, langsung menahan abang iparnya lantaran tak senang melihat kakaknya ditarik-tarik paksa.

“Rupanya si Abdul kesal, dan langsung mengeluarkan pisau yang ada di dalam bajunya sembari mengancam Fadli untuk tidak ikut campur, bila tidak anak ku si Fadli akan ditikam,” ungkap Harbaia yang diamini Fadli.

“Si Dewi itu sering kali dipukul sama suaminya, mungkin sumainya itu ada stres-stresnya, melihat suaminya pengganguran anakku ini rela bekerja, tetapi suaminya tidak mau si Dewi bekerja. Waktu Dewi bikin lamaran, langsung Ijazah SMK Sekoalah Taman Siswanya diremuk suaminya,” tambah Harbaia.

“Waktu aku tahu ijazah SMK anakku diremuknya, aku langsung ambil ijazah itu dan membawanya ke rumahku, tetapi si Abdul ini mengancam anakku, dia bilang sama dewi untuk mengambil Ijazah itu kembali dari kerjaanya. Bila tidak, dalam satu bulan, Dewi akan dibunuhnya,” beber ibu 5 anak ini.

Menanggapi hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Julkifli Harahap saat dikonfirmasi mengatakan secepatnya akan memproses kasusnya dan mengambil keterangan korban serta saksi terlebih dahulu. “Akan Kita Selidik Kasusnya,” ujarnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *