Kajur Geologi ITM Tegaskan Energi Fosil Kian Tak Menentu

MEDAN | Kepala Jurusan Geologi ITM, Gustam Lubis mengatakan, energi fosil sekarang ini semakin tidak menentu baik berupa harga maupun cadangannya.

bareskrimDalam rangka mengatasi hal tersebut, pemerintah Indonesia melakukan upaya dengan membuat energy alternative yakni panas bumi. Diharapkan dengan adanya energy alternatif ini kiranya dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap minyak.

Hal tersebut diungkapkannya dalam seminar bertemakan Introduction To Geothermal Exploration and Exploitation yang diselenggarkan Geologi Institute Technology of Medan Chapter of America Association of Pertrolium Geologists (GITMSC Of AAPG), di kampus ITM, Jalan Gedung Arca Medan.

Seminar yang dibuka Ketua Jurusan Teknik Geologi Institut Teknologi Medan (ITM), Ir Gustam Lubis dengan menghadirkan narasumber Dr Ir Jatmiko Prio Atmojo M.Eng selaku Upsrteam Technology Center PT Pertamina Jakarta.

Dia juga memberikan apresiasi kepada para Pengurus AAPG ITM yang telah menyelenggarakan kegiatan seminar ini. Mudah-mudahan apa-apa yang diberikan narasumber nantinya ilmu tersebut dapat di transformasikan ketika menyelesaikan perkuliahannya. “Pelaksanaan seminar meruapakan salah satu agenda yang dilakukan AAPG ITM,” ujarnya.

Sementara itu, Budi Bastian mengungkapkan, pelaksanaan seminar ini selain dihadiri mahasiswa ITM juga mahasiswa Institute Saint Teknologi Pardede (ISTP) Medan.

Sedangkan Ketua GITMSC ITM, Dr Ir Jatmiko Prio Atmojo mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang telah hadir ke ITM dalam rangka kegiatan seminar ini. Mudah-mudahan ini akan menjadi motivasi bagi kami semua untuk mengenal lebih dekat tentang energy geothermal tersebut.

Jatmiko Prio Atmojo mengimbau, agar mahasiswa untuk lebih banyak mempelajari energy geothermal ini. Selain itu juga pelaksanaan seminar ini menambah wawasan para mahasiswa.

Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) Prof Dr Ilmi Abdullah MSc mengatakan, kampus ini sedang menuju perguruan tinggi swasta (PTS) cemerlang yang tidak hanya mengandalkan kemampuan kemampuan intelektual, tapi juga dibutuhkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual menuju persaingan.

Sementara itu, Rektor ITM Prof Dr Ilmi Abdullah MSc mengatakan, era globalisasi dan kompetisi seperti saat ini segala hal yang diinginkan hanya dapat diperoleh dengan kualitas kemampuan intelektual tinggi serta niat dan kerja keras.

“ITM ke depan akan melakukan penguatan networking di dunia industri. Selain itu, ITM juga terus meningkatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan kurikulum, dengan tujuan para alumni siap menghadapi pasar bebas dan era globalisasi,” ucap rektor.

Karena itu, lanjutnya, secara umum para pemangku (stakeholder) membutuhkan pekerja keras, mempunyai rasa tanggungjawab yang tinggi dalam bekerja, serta memiliki disiplin untuk memperoleh prioritas yang lebih baik.

Menurutnya, penguatan networking atau jaringan dengan dunia industri atau pun pelaku bisnis tersebut untuk memfasilitasi SDM ITM yang telah selesai melaksanakan pendidikan. “Inti penguatan dengan dunia industri tersebut bukan hanya industri dalam negeri saja, “jelas Prof Ilmi.

Untuk menunjang penguatan networking, pihaknya terus melakukan pembenahan termasuk pembenahan kurikulum, yang sesuai dengan kebutuhan pasar industri dan juga mengelar berbagai seminar, bahkan ITM membangun unitbisnis. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *