Sumut Optimis Sedot Wisatawan 2015

MEDAN | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan angka kunjungan wisatawan ke Indonesia tahun 2014 mencapai 9,5 juta orang.

Wagubsu Tengku Erry Nuradi berphoto bersama sejumlah peserta Lomba Marching Band Regional Sumatera dengan tajuk Akademi Pariwisata Extrapaganza II 2014 di halaman kampus Akdemi Pariwisata (Akpar), Jl. RS Haji Medan, Sabtu (26/4/2014).
Wagubsu Tengku Erry Nuradi berphoto bersama sejumlah peserta Lomba Marching Band Regional Sumatera dengan tajuk Akademi Pariwisata Extrapaganza II 2014 di halaman kampus Akdemi Pariwisata (Akpar), Jl. RS Haji Medan, Sabtu (26/4/2014).

bareskrimTarget ini akan terealisasi jika pemerintah daerah dan pelaku wisata, termasuk biro jasa perjalanan (travel) bersinergi melakukan terobosan dalam promosi dan memberikan pelayanan maksimal guna merangsang kunjungan wisawatan.

Hal ini disebutkan Kepala Badang Sumber Daya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Prof DR I Gede Pitane, saat pembukaan Lomba Marching Band Regional Sumatera dengan tajuk Akademi Pariwisata Extrapaganza II 2014 di halaman kampus Akdemi Pariwisata (Akpar), Jalan RS Haji Medan, Sabtu (26/4/2014).

Hadir membuka acara tersebut Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi dengan pelepasan balon ke udara disaksikan Direktur Akpar Medan Drs Kosmas Harefa dan seribuan lebih peserta marching band dari empat provinsi.

Gede menegaskan, jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia tahun 2013 lalu mencapai 8,8 juta orang, berasal dari berbagai negara. Destinasi wisata di Sumut sendiri menempati urutan keenam penyumbang wisatawan ke Indonesia setelah Bali, Jakarta, Banten, Bintan dan Jokjakarta.

Gede meyakini keberadaan Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) akan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut. Namun kehadiran KNIA tidak akan berpengaruh significant menarik minat turis datang ke Sumut jika manajemen wisata dan pelayanan tidak mengalami peningkatan.

“Selain keindahan alam, keunikan kebudayaan asli setempat, adat istiadat, kuliner, pertunjukan seperti marching band ini juga menarik perhatian wisatawan untuk datang berkunjung ke Sumut. Semua itu tentu harus didukung adanya jaminan keamanan dari pemerintah daerah,” ujar Gede.

Gede menambahkan, kondisi keamanan nasional yang stabil saat pemilihan umum legislatif 9 April lalu diyakini akan berpengaruh positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2014, karena factor keamanan menjadi pertimbangan penting bagi calon turis untuk datang berwisata ke suatu daerah.

“Kita bersyukur, pileg kemarin aman dan lancer. Tidak ada kerusuhan yang mengancam stabilitas nasional. Kondisi ini diharapkan akan meningkatkan persentase kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia,” harap Gede.

Sementara itu, Wagubsu Tengku Erry Nuradi mengatakan, Sumut menargetkan tingkat kujungan wisatawan tahun 2014 mencapai 1 juta orang dengan destinasi wisata andalan Danau Toba, Bukit Lawang dan Nias.

“Saya mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut untuk saling pacu dalam mengelola daerah wisatanya masing-masing. Selama ini, destinasi wisata di Sumut yang menjadi andalan hanya Danau Toba, Bukit Lawang dan Nias. Saya yakin, tiap Kabupaten Kota lain memiliki lokasi wisawat yang tidak kalah indah, seperti air panas di Tinggi Raja Simalungun yang kini mulai tersohor,” ujar Erry.

Begitu juga Kabupaten Karo yang memiliki wisata alam, ekowisata dan lain sebagainya, harus kembali menggeliat melakukan perbaikan manajemen kepariwisataan agar mampu menyedot turis untuk berkunjung. Daerah lain jangan mau kalah, terus melakukan inovasi dalam mengemas daerah wisatanya masing-masing.

“Saya yakin, perbaikan manajemen kepariwisataan ditiap Kabupaten Kota akan membawa Sumut menempati 5 besar daerah dengan tingkat kunjungan tertinggi secara nasional di tahun 2015 mendatang. Kita masih punya waktu 2 tahun lagi. Mari berbenah,” harap Erry.

Erry mengatakan, Kabupaten/Kota di Sumut jangan sungkan merangkul pihak swasta maupun biro jasa perjalanan (travel) bekerjasama dalam memajukan bidang wisata di daerahnya masing-masing.

Direktur Akpar Medan, Drs. Kosmos Harefa mengatakan, Marching Band Sumatera Akpar Extrapaganza II 2014 sendiri diikuti lebih dari 50 group dari 4 provinsi. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dimulai pada 2013 lalu dengan tujuan menggali bakat dan kreatifitas generasi muda dalam mendukung tumbuhnya dunia kepariwisataan di Indonesia.

“Saya berharap, dalam event tahun berikutnya, seluruh provinsi yang ada di Pulau Sumatera akan mengirimkan Marching Band terbaiknya untuk mengikuti lomba,” sebut Harefa. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *