Korupsi Alkes | Rekanan Divonis 18 Bulan Penjara

MEDAN | Majelis hakim Tipikor yang diketuai oleh Lebanus Sinurat SH dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (30/4/2014), menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara kepada Tono alias Asia terdakwa dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) Pemkab Labuhan Batu Selatan.

bareskrimSelain itu, majelis hakim juga membebani terdakwa membayar denda sebesar Rp 100 juta rupiah subsider 3 bulan kurungan. Tak hanya itu, majelis hakim menetapkan uang sejumlah Rp 2,25 miliar yang terdapat dalam rekening terdakwa dengan nomor rekening 8235040138 di bank BCA KCP Rantau Prapa disita oleh jaksa dan kemudian dirampas untuk negara.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa Tono alias Asia bersalah melakukan tindak pidana pencucian dari hasil tindak pidana korupsi pengadaan alkes dan kb di Pemkab Labusel sesuai dengan pasal Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Menanggapi vonis atas dirinya, terdakwa mengaku pikir-pikir begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum.

Usai persidangan, Tono menyalami dua jaksa kasus ini. Kerabatnya yang hadir di ruang sidang juga membungkuk ke arah majelis hakim sebelum ke luar ruangan.

Pekan lalu, saat mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Tono sempat menangis dihadapan persidangan karena saat itu Jaksa Penuntut Umum menuntut agar terdakwa dihukum 9,5 tahun penjara.

Dengan rincian untuk tindak pidana korupsi terdakwa Tono dituntut 8,5 tahun penjara dan TPPU dituntut jaksa 1 tahun penjara.

Selain penjara, jaksa dari Kejati Sumut juga menuntut terdakwa agar membayar denda Rp500Juta subsider 6 bulan kurungan dan uang pengganti Rp3,2Miliar subsider 1 tahun dan 3 bulan penjara dalam perkara tipikor. Sementara untuk TPPU, JPU juga menuntut terdakwa untuk membayar denda Rp500Juta subsider 6 bulan kurungan.

Sebelumnya dalam kasus yang sama, Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan telah menjatuhkan vonis kepada empat terdakwa lain pada kasus yang sama, yaitu mantan Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Labusel, Rusman Lubis hukuman 2,5 tahun penjara.

Selanjutnya, Syahrul’An selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) divonis 2 tahun penjara, Johan Winata Direktur PT General Medical Supplier sekaligus Direktur CV Cahaya dengan 3 tahun penjara dan Wakil Direktur 1 CV Cahaya, Johan Tancho dengan 5 tahun penjara. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *