HeadlineIndeksKriminalitas

Polisi Lumpuhkan Perampokan Kambuhan

MEDAN | Polsek Medan Area menangkap seorang pelaku perampokan kambuhan di Jalan Kancil Kelurahan Pandau Hulu Kecamatan Medan Area.

bareskrimAdalah M Zailani Rangkuti (34) warga Jalan Persatuan Gang Keluarga Kecamatan Medan Tembung diamankan di kawasan Binjai setelah merampok dan menikam korbannya Andreas. Laiyardo (24) warga ditempat kejadian perkara.

Polisi terpaksa memberikan timah panas di betis kirinya pelaku karena saat hendak diamankan melakukan perlawanan.

Dari pelaku, polisi mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT BK 6235 ADA , 1 buah pisau, HP BB dan 1 buah dompet berisi KTP, ATM, STNK dan surat penting lainnya.

Kapolsek Medan Area, Kompol Rama S Putra didampingi Kanit Reskrim Iptu Agus Sobarnapraja, Senin (5/5/2014), mengatakan, kejadian ini bermula saat korban baru saja pulang dari warung kopi yang tak jauh dari rumahnya dan memark irkan sepeda motornya di halaman rumahnya.

Selanjutnya, pelaku yang telah mengikuti langsung menghampiri korban dan menikam paha sebelah korban dengan pisau yang telah dipersiapkannya untuk merampok.

“Saat ditikam korban jatuh, pelaku kemudian mengambil sepeda motor, HP, Dompet milik korban. Kita terpaksa memberikan tindakan tegas terukur kepada pelaku karena saat diamankan melakukan perlawanan,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam melakukan askinya, pelaku terkenal sadis karena pelaku tidak segan- segan menikam maupun membunuh korbannya ketika melakukan perlawanan.

“Dari pengakuannya, pelaku bermain 4 kali didaerah Serdang, Wahidin Jalan Seikera dan Pancing. Pelaku bermain bersama temannya Husni warga Binjai yang saat ini masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Saat ditanya apakah pelaku juga merupakan pelaku perampokan di Jalan Kakap yang menewaskan korbannya pada Awal Januari 2014 lalu, Rama mengaku masih mendalami keterkaitannya dengan pelaku.

“Untuk kasus itu masih kita dalami, apakah pelaku juga terlibat dalam aksi perampokan itu atau tidak,” katanya.

Pelaku Zailani mengaku uang hasil rampokan tersebut digunakannya untuk berpoya – poya, main judi dan membeli narkoba. ” Untuk foya – foya, beli sabu dan main judi uang hasil perampokan itu. Hasil rampokan itu kami jual didaerah Binjai bang,” ujar resedivis yang sudah tiga kali masuk Lembaga Pemasya rakatan Tanjung Gusta tersebut. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button