Spesialis Pembobol Rumah Nyaris Tewas Dibakar Massa

MEDAN | Tiga kawanan spesialis pembobol alias pencuri di dalam rumah nyaris tewas dibakar massa saat ketahuan hendak mencuri di rumah warga Jalan Bilal Kecamatan Medan Timur, Selasa (6/5/2014).

bareskrimBeruntung nyawa ketiganya, yakni Ramadhan Nasution alias Madan (18) warga Jalan Mandala By Pass, Yose Daulat Manullang (22) warga Jalan Malpinas Gang Bersatu dan Putra Nainggolan (17) warga Jalan Sukadia Pancing dapat diselamatkan dari amukan massa saat personil Polsek Medan Timur yang mendapat informasi tersebut dan langsung turun ke lokasi.

Selanjutnya, ketiga pencuri kambuhan ini berikut barang bukti 1 unit sepeda motor Spacy, sebilah rencong kuningan dan 1 buah double stick yang berada didalam jok sepeda motor mereka diboyong Kepolsek Medan Timur guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi dihimpun, kejadian ini bermula saat Madan dan Putra berada di Jalan Bilal dan menyurus Yose datang untuk menjemput mereka. Tak lama, Yose pun datang dengan menaiki kreta Spacy BK 4945 ABK, selanjutnya ketiga sekawan tersebut beranjak pergi.

Saat pergi ketiga sekawan ini jalan-jalan sembari mencari mangsanya. Setelah lama berkeliling, akhirnya ketiga sekawan ini pun mendapat gambaran rumah yang akan mereka bobol. Yakni sebuah rumah yang berada di Jalan Bilal tepatnya di depan RS Imelda.

Dan saat menjalankan aksinya, Putra turun dari sepeda motor sembari berpura-pura buang air kecil sembari memantau lokasi. Sedangkan Yose dan Madan tetap stand by di sepeda motornya.

Namun, saat masih hanya memantau lokasi dan belum beraksi, ketiga sekawan tersebut kepergok warga dan dengan seketika ketiga sekawan ini langsung diteriaki maling dan dihadiahi puluhan pasang tangan ke wajahnya.

Seorang pelaku, Yose mengaku saat itu hanya ingin menjemput Madan dan Putra. “Ditelpon orang ini aku untuk jemput bang. Itu la makanya ku jeput. Pas uda ku jeput, sesak kencing si Putra, makanya dia turun. Tiba-tiba datang orang rame-rame nuduh kami maling dan langsng mukuli. Memang bukan maling kami bang. Lagian kami bukan pencuri,” ujarnya.

Dikatakannya, jika Rencong dan double stick itu dia beli di pajak ular dengan harga 150 ribu. “150 ribu itu ku beli bang. Bukan untuk mencuri itu bang,” ujar Yose yang mengaku berjualan di pajak ular tersebut.

Kanit Reskrim Medan Timur, AKP Syarifur Rahman saat dikonfirmasi mengatakan, jika ketiga pelaku memang merupakan pembobol rumah.

“Mereka memang kawanan pembobol rumah. Barang bukti double stik dan rencong yang kita amankan merupakan alat yang akan digunakan jika korbannya melawan. Saat ini kita lagi berkoordinasi dengan Polsk lain apakah ada laporan di tempat mereka,” ujarnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *