Coba Kabur | Polisi Tembak Mati Otak Pelaku Pengeroyokan

MEDAN | Satuan Reskrim Polresta Medan meringkus 2 orang lagi pelaku penyerangan dan pengeroyakan yang mengakibatkan satu orang tewas dan satu orang lagi kritis di kawasan Dusun II Desa Ladang Bambu Kecamatan Medan Tuntungan, Selasa (6/5/2014).

bareskrimDalam penangkapan ini, petugas terpaksa melumpuhkan kedua tersangka dengan timah panas. Seorang tersangka tewas saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan akibat luka tembak yang dideritanya.

Informasi yang dihimpun di Mapolresta Medan, Rabu (7/5/2014), tersangka Hermanto alias Eman (33), warga Jalan Bunga Pariama Ladang Bambu Medan Tuntungan, tewas dengan luka tembak dipunggung dan dikakinya, karena mencoba kabur saat akan diamankan.

Sedangkan Jufrianto Tarigan alias Jufri (42) warga Jalan Jamin Ginting Kecamatan Pancur Batu dilumpuhkan petugas dengan tembakan dikakinya.

Selain mengamankan kedua tersangka, petugas juga menyita barang bukti, sebilah parang, 1 Unit sepeda motor Honda Beat, satu buah dompet, 1 buah jimat berbentuk kain merah, sebilah keris beracun, kartu tanda anggota Organisasi Kepemudaan dan uang Puluhan Ribu Rupiah.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Kanit Judisila AKP Jama Kita Purba, Kanit Jahtanras AKP Daniel Marunduri dan Kanit Ranmor Iptu Bambang G Hutabarat menjelaskan, penangkapan atas tersangka ini dilakukan berdasarkan pengembangang dari tertangkapnya 3 tersangka sebelumnya karena kasus keributan yang mengakibatkan Antonius Purba (46) warga Jalan Jamin Ginting KM 13,5 Kelurahan Lau Cih Medan Tuntungan tewas ditempat dan Arvan Purba alias Antasina alias Heri (45) warga yang sama hingga kini masih kritis di Rumah Sakit.

Sebelumnya, petugas berhasil menringkus tiga tersangka Sahman Hartoyo (31) warga Lorong V Ladang Bambu Medan Tuntungan, Joslin Silalahi (37) warga Jalan Pembang unan Gang Keluarga Perumahan Meliala Tengah Desa Namo Bintang Pancur Batu, dan Rima Yunika Br Sinaga (28) warga Jalan Bunga Pariama Ladang Bambu Medan Tuntungan.

“Dalam kasus ini, sebelumnya kita telah mengamankan 3 tersangka,” ujarnya.

Diterangkan Calvijn, dua tersangka Hermanto alias Eman dan Jufrianto ditangkap petugas saat sedang bersantai dikawasan Ladang Bambu. Setelah berhasil mengamankan keduanya petugas lalu mengembangkannya dengan mengejar 5 pelaku pengeroyokan lagi yang masih buron.

Namun saat akan menangkap seorang tersangka berinisial BG, tersangka Hermanto alias Eman dan Jufrianto mencoba kabur.

Petugas yang tak mau pekerjaannya sia-sia, lalu coba mengejar keduanya dan melepaskan tembakan peringatan. Namun kedua tersangka tetap kabur. Petugas lalu melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan keduanya dengan timah panas.

Tersangka Hermanto akhirnya tewas dirumah sakit akibat luka tembak dipunggung dan kaki kirinya. Sedangkan tersangka Jufrianto terpaksa menjalani perawatan akibat luka tembak dikakinya.

“Kepada Tersangka terpaksa kita lakukan tindakan tegas terukur, karena mencoba kabur saat akan kita amankan,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka Jufrianto saat dikonfirmasi mengaku kalau otak pelaku penyerangan dan pengeroyokan terhadap kedua korban adalah Tersangka Hermanto Alias Eman.”Otak pelakunya adalah Eman,” ujarnya.

Selain itu, Calvijn menegaskan, untuk tersangka Eman ternyata selain melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban ternyata ada 7 laporan lain yang masuk ke pihak Kepolisian atas kejahatan korban. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *