Mengembangkan SDM Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan

JATIM | Putera Sampoerna Foundation (PSF) bersama mitra bekerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan melaksanakan rangkaian lokakarya dan pameran pendidikan berdasarkan pembelajaran Problem Based Learning di empat kota di Jawa Timur.

bareskrimRangkaian kegiatan ini mengusung tema yang berbeda di masing-masing kota, diantaranya “Belajar dari Kearifan Lokal” di Probolinggo; “Inistiatif, Kebiasaan dan Budaya” di Jember; “From Action to Habit” di Lumajang; dan “Pamekasan Hijau dan Bersinar” di Pamekasan.

Pameran Pendidikan ini juga dilaksanakan sebagai ajang untuk berbagi dan menginspirasi pendidik dan sekolah lainnya.

Pendidikan merupakan aspek penting bagi pengembangan sumber daya manusia. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan 2013, pendidikan di Jawa Timur temasuk yang terbaik di Indonesia. Hal ini tercermin dari Indeks Kompetensi Pendidikan Jawa Timur yang menduduki nilai tertingi di Indonesia, yakni 69,77.

Meski demikian, beberapa daerah di Jawa Timur masih memiliki Indeks Pendidikan yang rendah (Data BPS Jawa Timur 2012), seperti Sampang dan Probolinggo yang memiliki indeks pendidikan di titik 55,20 dan 66,84. Angka ini jauh lebih rendah dibanding kota Malang (89,33) dan Surabaya (88,02).

“Indonesia memerlukan sumber daya manusia berkualitas untuk membangun bangsa yang lebih baik dan kompeten. Namun, sangat disayangkan kualitas pendidikan Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Padahal, pendidikan merupakan kunci penting bagi pengembangan sumber daya manusia dan program pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan kontribusi dan investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan,” kata Ben Suadi, Head of School Development Outreach Putera Sampoerna Foundation.

Pameran pendidikan ini merupakan penerapan pembelajaran Problem Based Learning yang melibatkan 39 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Jember, Probolinggo, Pamekasan dan Lumajang. Melalui program pembelajaran Problem Based Learning, pendidik (guru) akan mengajak siswa untuk melakukan penelitian dan memecahkan masalah di lingkungan sekitar mereka.

Hal ini sejalan dengan penerapan Kurikulum 2013 yang dirancang, sehingga guru mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif, serta menjadi fasilitator yang memberikan inspirasi kepada siswa dalam memaksimalkan potensi dan kompetensi mereka.

“Pameran ini juga diisi oleh dialog pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan forum diskusi bagi pemangku kepentingan pendidikan di kota-kota tersebut dalam upaya mewujudkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan kualitas produk pendidikan,” tambah Ben Suadi.

Program ini merupakan bagian dari Education Quality & Improvement Program (EQUIP) yang diusung oleh Sampoerna dan difasilitasi oleh Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach (PSF-SDO) dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini telah dilaksanakan dari tahun 2012 di empat kota di Jawa Timur, yaitu Jember, Probolinggo, Pamekasan dan Lumajang. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *