Pasangan Kekasih Turunan Tionghoa Dirampok

MEDAN | Sungguh malang nasib Christina Imelda Natalia (23) dan Che Min (28). Pasalnya sepasang kekasih turunan Tionghoa ini dirampok dua pemuda berbadan besar yang menaiki motor sport jenis Yamaha Vixion saat melintas di Jalan Krakatau Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur persisnya depan warung makan Joko Solo, Selasa (13/5/2014).

bareskrimAkibatnya, tas coklat yang berisi 2 hp Blackberry, 1 unit tablet Esio, uang Rp 300 ribu, beserta beberapa ATM dan KTP milik Christina yang diketahui warga Jl Krakatau ini raib dibawa pelaku.

Informasi yang diperoleh, sepasang kekasih ini kerja di biro jasa pengiriman di Jalan Brigjen Katamso. Lantaran sudah selesai kerja, Che Min pun mengantarkan Christina pulang dengan motor bebek jenis Supra Fit-nya.

Namun, saat masih berada di depan warung Joko Solo, tiba-tiba kereta yang dikendarai Che Min dipepet dua orang berbadan besar. Dan dengan seketika tas yang berada di pangkuan Christina direbut pengendara Vixion tersebut.

Christina yang mengetahui tasnya dirampas langsung melakukan perlawanan. Sehingga aksi tarik menarik pun terjadi. Namun lantaran kalah kuat, Christina terpaksa merelakan tasnya diambil kawanan penjahat jalanan tersebut.

Meski begitu, Che Min tetap berusaha mengejar sembari meneriaki pelaku. Namun lantaran pelaku yang hebat berkelit mengemudi, Che Min pun kehilangan jejak pelaku.

Selanjutnya, pasangan kekasih ini langsung mendatangi Polsek Medan Timur guna melaporkan kejadian yang diterimanya.

Sesampai di Polsek, Briptu Situmorang yang saat itu menjaga SPKT mengarahkan agar Christina terlebih dahulu mengurus kartu tanda penduduk (KTP), lalu membuat laporan.

Christina saat diwawancarai mengaku dirinya baru pulang kerja dan hendak pulang ke rumah diantar pacarnya. “Mau pulang kami bang. Tapi tiba-tiba dipepet kami sama orang yang badannya besar. Itula diambilnya tas aku,” ujarnya Christina yang bekerja di PT TBI yang bergerak di biro jasa pengiriman.

Sementara Che Min mengaku sempat mengejar pelaku, namun kehilangan jejak. “Kencang kali orang tu bawa kretanya, makanya aku kehilangan jejak bang,” ujar warga Jl Brayan ini. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *