Pelanggaran Pileg | Bawaslu dan Panwaslu Dituding Mandul

MEDAN | Belasan massa yang tergabung dalam Forum Orang Miskin (Formikom) Sumut mengadakan unjukrasa didepan kantor KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaa, Selasa (13/5/2014).

bareskrimKehadiran massa yang didominasi kaum perempuan ini meminta kepada KPU Sumut untuk melaksanakan pemilihan ulang di Sumatera Utara. Pasalnya, banyak kecurangan yang terjadi pada pemilu legislatif, 9 April 2014 lalu.

“Pileg 9 April 2014 jelas tidak bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan banyaknya praktik money politic yang kedepannya akan terjadi korupsi dan menyengsarakan rakyat,” ujar koordinator aksi Lipen Simanjuntak.

Dikatakannya, tugas Bawaslu Provinsi dan Panwas Kabupaten/Kota dan Kecamatan juga dinilai mandul dalam menindaklanjuti pelanggaran pemilu di Sumut.

“Bawaslu dan Panwaslu sepertinya alergi dengan UU RI No 15 tahun 2011 pasal 73 ini. Padahal, sudah banyak bukti pelanggaran yang diserahkan , namun sampai sekarang tidak ada titik temunya,” katanya.

Untuk itu, massa meminta tangkap dan adili dugaan penerima suap oleh oknum kaki tangan anggota KPU sebanyak Rp 400 juta dari salah satu caleg Kota Medan yang dilakukan di salah satu hotel di Kota Medan.

Usut tuntas atas hilangnya surat suara C1, plano, C1 lampiran, dan lampiran dan D1 di Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Dapil III Kota Medan dan di seluruh wilayah Provinsi Sumut

“Kita juga meminta untuk segera mengusut dan tangkap pelaku penjual C6 serta diskualifikasi caleg istri dan anak bupati/ walikota,” katanya.

Massa juga memintaa Kapoldasu untuk segera mengambil alih tindak pidana pemilu di KPU dan Panwas yang ada di Sumut. “Usut surat suara yang hilang di Dapil 9 serta tangkap aktor penggelembungan suara yang terjadi di Sumut,” katanya.

Komisioner KPU Sumut Yulhasni kepada massa mengatakan, yang mendapati adanya pelanggaran segera memberitahukannya kepada Bawaslu Sumut maupun Panwas.

“Jika bukti pelanggaran itu sudah diterima, selanjutnya Bawaslu dan Panwas akan mengirimkannya kepada KPU. Kita akan segera menindak lanjuti pelanggaran itu,” ungkapnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *