Pesan Wagubsu | BEM harus Kawal Pembangunan Sumut

MEDAN | Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi berpesan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se Kota Medan harus memiliki strategi dalam mengawal proses pembangunan di Sumatera Utara (Sumut).

wagubsu-bemAksi unjukrasa dengan mengerahkan massa tidak selamanya menjadi pilihan terbaik dalam melakukan protes terhadap suatu kebijakan pemerintah.

Imbauan ini disebutkan Wagubsu Tengku Erry Nuradi saat menerima perwakilan BEM Se Kota Medan di ruang kerjanya Kantor Gubernur Sumut, Jl. Diponegoro Medan, Jumat (23/5/2014).

Hadir dalam audiensi perwakilan Presma Universitas Panca Budi Taufiq Helmi, BEM Universitas Al-Azhar Heriko Safriandi Sembiring, Presma Universitas Amir Hamzah Indra Sakti Nasution, BEM Universitas Dharmawangsa Munandar, Presma Unimed M Zaid Fahry, BEM Universitas Dharmawangsa Bobby Irawan, BEM Universitas Panca Budi Wino Firmansyah.

Sementara Wagubsu Tengku Erry didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Dikmenti Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut August Sinaga, Saut Kepala Seksi (Kasi) Dikti Aritonang dan perwakilan Kesbanglinmas Pemprov Sumut Muhammad.

Wagubsu Tengku Erry mengatakan, mahasiswa adalah elemen penting dalam mengawal kebijakan pemerintah, baik ditingkat pusat dan daerah. Selain itu, mahasiswa juga dinilai sebagai elemen yang masih peduli dengan perkembangan kebijakan dan ancaman yang akan muncul dari suatu kebijakan.

“Sikap kritis mahasiswa ini layak mendapat apresiasi. Tetapi dalam menyampaikan protes, mahasiswa juga hendaknya memiliki strategi jitu agar tuntutan mendapat perhatian. Pengerahan massa dalam aksi demonstrasi, saya rasa bukan satu-satunya pilihan paling bijak,” ujar Erry.

Erry mengatakan, aksi demonstrasi dalam menyuarakan hak masyarakat, dapat dieliminir jika pemerintah mau duduk bersama melakukan diskusi mencari solusi terbaik.

“Saya yakin, mahasiswa dan pemerintah akan lebih mudah menemukan solusi jika mau duduk bersama memecahkan masalah. Lagi pula, mahasiswa juga punya tanggungjawab dalam menjaga konsusifitas keamanan, sembari memperjuangakan hak rakyat,” tambah Erry.

Erry juga mengatakan, BEM Se Kota Medan juga harus terlibat dalam penyusunan agenda program pembangunan di Sumut, tidak sekadar lakukan kontrol semata, karena perwakilan mahasiswa memiliki sudut pandang dari berbagai aspek yang diyakini menambah khazanah kebijakan sebelum menelurkan program pro rakyat.

“Keterlibatan mahasiswa sudah selayaknya dipertimbangkan sebelum pemerintah daerah menelurkan kebijakan program. Ini penting, karena mahasiswa adalah kaum intelektual yang nantinya menjadi penerus bangsa,” ujar Erry.

Dalam ksempatan yang sama, tidak lupa Erry menyarankan agar perwakilan BEM Se Kota Medan untuk membawa agenda berisi ide cerdas sebelum berangkat mengikuti pertemuan BEM Nusantara di Malang nantinya. Selain itu, BEM tidak hanya membawa agenda pergerakan nasional, namun juga meperkenalkan potensi yang dimiliki Sumut.

“Tetapi jangan lupa, tetap jaga kekompakan. Perwakilan BEM Se Kota Medan yang berangkat harus mengharumkan nama Sumut di tingkat nasional,” harap Erry.

Sementara Ketua Pema USU selaku perwakilan BEM se kota Medan, Fadly Qahfy mengaku selama ini pemerintah enggan melibatkan mahasiswa dalam menelurkan program pro rakyat. Seiring dengan dengan itu, BEM Se Kota Medan juga belum berani menelurkan program sendiri yang berdampak positif secara langsung kepada masyakarat.

“Kami berharap mahasiswa dan pemerintah daerah menjalin kebersamaan dalam mendukung laju pembangunan di Sumut. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa, terutama kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” sebut Fadly.

Fadly menjelaskan, BEM Nusantara (BEM Nus) di Malang akan berlangsung 26-30 Mei 2014 mendatang. Dalam pertemuan tersebut, seluruh BEM dari seluruh universitas, sekolah tinggi dan lembaga pendidikan tinggi, akan bertemu membicarakan agenda yang telah disusun oleh panitia kegiatan.

“Ada 10 orang yang menjadi perwakilan dari BEM kota Medan. Agenda pertemuan nantinya akan membahas seputar isu terkini secara nasional, termasuk bagaimana sikap mahasiswa dalam menyongsong Pilpres,” ujar Fadly.

Fadly juga meminta Wagubsu Tengku Erry untuk mendukung rencana pertemuan BEM-Nus agar digelar di Medan tahun berikutnya setelah di Malang. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *