Mahasiswa Didorong Jadi Pengusaha

MEDAN | Sebanyak 500 mahasiswa dari 29 perguruan tinggi di Medan mendapat pelatihan kewirausahaan oleh Bank Mandiri di Ballroom Hotel JW Marriot Medan, Kamis (26/6/2014).

Wagubsu T Erry Nuradi, Rektor USU Prof Syahril Pasaribu memperlihatkan modul kewirausahaan diapit Senior Vice President Bank Mandiri Nixon LP Napitupulu dan Deputy Regional Manager Bank Mandiri Kanwil I Medan Teuku Ali Usman pada Workshop Wirausaha Muda Mandiri Ballroom Hotel JW Marriot Medan, Kamis (26/6/2014).
Wagubsu T Erry Nuradi, Rektor USU Prof Syahril Pasaribu memperlihatkan modul kewirausahaan diapit Senior Vice President Bank Mandiri Nixon LP Napitupulu dan Deputy Regional Manager Bank Mandiri Kanwil I Medan Teuku Ali Usman pada Workshop Wirausaha Muda Mandiri Ballroom Hotel JW Marriot Medan, Kamis (26/6/2014).

Bank Mandiri terus merealisasikan komitmennya mengembangkan kewirausahaan di Indonesia melalui workshop Wirausaha Muda Mandiri.

Tahun ini, workshop yang merupakan bagian dari program Wirausaha Muda Mandiri itu digelar di empat kota, yakni Makassar, Semarang, Medan, dan Jakarta. Total peserta mencapai 2.000 mahasiswa.

Workshop dibuka Wakil Gubernur Sumatera Utara Ir HT Erry Nuradi dengan menghadirkan para pembicara dari kalangan pelaku bisnis yang berusia muda. Tampil sebagai pembicara sutradara terkenal Joko Anwar dan Upi, aktor muda berbakat Christian Sugiono dan para Wirausahawan Muda Mandiri yaitu Teguh Basuki Ariwibowo dan Hafiz Khairul Rijal. Hadir para pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Medan, diantaranya rektor USU, ITM, UMSU, UMA, Undhar, Unpab, Direktur Politeknik LP3I Medan, Polmed dan lainnya.

Wagubsu menyatakan kegiatan digelar Bank Mandiri ini sangat penting. Sebab, negara yang maju membutuhkan banyak pengusaha. Dia melihat saat ini di Indonesia jumlah pengusahanya hanya 1,5 hingga 1,6 persen dari jumlah penduduknya.

Sedangkan di Sumut sendiri, kata dia, jumlah penduduknya 14 juta jiwa namun hanya 150 ribu orang yang memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Ini artinya, hanya satu persen penduduk Sumut yang menjadi pengusaha.

T Erry Nuradi juga mengapresiasi komitmen Bank Mandiri untuk mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa sehingga lahir kesadaran dalam diri mereka untuk menjadi job cretaor, bukan lagi job seeker.

Sebelumnya, Senior Vice President Bank Mandiri Nixon LP Napitupulu menyatakan Bank Mandiri ingin memacu generasi muda Indonesia untuk mampu berwirausaha dan menciptakan karya serta inovasi yang mampu mendukung kemajuan Tanah Air. “Bank Mandiri punya komitmen untuk mendorong terciptanya entrepreneur baru di Indonesia,” ujarnya.

Hal itu lantaran Bank Mandiri melihat di Indonesia terjadi gap antara jumlah pengusaha dengan penduduknya. Padahal, untuk menjadi negara maju jumlah pengusahanya minimal harus diatas dua persen. Dia mencontohkan, Jepang sudah diatas 8 persen, Malaysia diatas 3 persen, demikian juga Thailand. Indonesia baru memiliki pengusaha 1,5 hingga 1,6 persen dari jumlah penduduknya.

Untuk itulah, kata Nixon Napitupulu, Bank Mandiri mengambil kewirausahaan menjadi sentra dari program CSR (Coorporate Social Responsibility)-nya.

Dia menyebutkan jumlah pengusaha di Indonesia tahun 2012 sudah meningkat menjadi 1,65 persen dari tahun 2007 yang masih 0,8 persen.

Sementara itu, Deputy Regional Manager Bank Mandiri Kanwil I Medan Teuku Ali Usman mengatakan, Program Wirausaha Mandiri Muda merupakan program yang berkelanjutan.

“Program ini diadakan sejak tahun 2007 hingga sekarang, untuk membantu wirausahawan muda tampil di pentas nasional maupun internasional,” katanya didampingi Senior Manager Regional Business Development Bank Mandiri Medan Mula P Sitinjak.

Dia juga berharap mahasiswa bisa menghilangkan paradigma bahwa setelah lulus alumni perguruan tinggi harus menjadi pegawai. “Program ini bertujuan mengajak mahasiswa untuk mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan,” ujarnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *