Hasil Quick Count | Kedua Kubu Pendukung Capres Jangan Bentrok

MEDAN | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Derah (FKPD) dan Tim Pemenangan kedua pasangan Capres dan Cawapres. Rapat tersebut mengeluarkan kesepakatan menjaga kondusifitas keamanan di Sumut pasca Pilpres.

Wagubsu Tengku Erry Nuradi memimpin rapat koordinasi dan evauluasi keamanan pasca Pilres bersama FKPD Sumut, tokoh masyarakat, pemuka lintas agama dan perwakilian Tim Pemenangan pasangan Capres di Kesbang Pollinmas Sumut, Jl. Gatot Subroto Medan, Kamis (10/7/2014).
Wagubsu Tengku Erry Nuradi memimpin rapat koordinasi dan evauluasi keamanan pasca Pilres bersama FKPD Sumut, tokoh masyarakat, pemuka lintas agama dan perwakilian Tim Pemenangan pasangan Capres di Kesbang Pollinmas Sumut, Jl. Gatot Subroto Medan, Kamis (10/7/2014).

bareskrimRapat dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi di kantor Kesbang Pollinmas Sumut, Jl. Gatot Subroto Medan, Kamis (10/7/2014).

Turut hadir Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Pol. Syarief Gunawan, Kasdam I/BB Brigjen TNI Cucu Sumantri, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea, perwakilan pemuka masyarakat dan tokoh agama serta perwakilan tim pemenangan pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.

Tengku Erry menyatakan, Pemprov Sumut melakukan evalusi sekaligus potensi memburuknya kondisi keamanan pasca Pilpres, akibat simpangsiaurnya hasil hitungan cepat sejumlah lembaga survey.

“Hasil hitungan cepat tidak seragam. Ini menimbulkan suasana kurang baik pasca Pilpres. Untuk itu, massa pendukung pasangan nomor urut 1 dan 2 untuk menahan diri. Jangan sampai terjadi benturan yang bisa mengganggu keamanan di Sumut,” imbau Erry.

Erry juga mengajak kedua kubu untuk sabar menunggu hasil penghitungan resmi yang dilakukan KPU pada 22 Juli mendatang. Hasil hitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survey hanyalah gambaran sementara hasil Pilpres.

“Saat ini, penghitungan suara masih ditingkat PPS, kemudian lanjutkan PPK dan nantinya akan dikeluarkan oleh KPU. Oleh karena itu, mari kita sabar menunggu sembari menjaga keamanan di Sumut,” tambah Erry.

Erry juga berharap, kedua kubu tidak melakuka selebrasi kemenangan yang dapat memperburuk konstalsi politik di tanah air pasca Pilpres.

“Siapapun yang nantinya dinyatakan unggul dalam Pilpres, itu adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Wajib kita dukung,” sebut Erry.

Erry berharap, tokoh masyarakat dan pemuka lintas agama, berperan aktif dalam menyemai suasana damai ditengah masyarakat.

“Begitu juga dengan media massa. Mari kita ciptakan opini positif tentang pelaksanaan Pilpres di Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Pemberitaan media massa efektif mempengaruhi suasana nyaman masyarakat,” sebut Erry. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *