HeadlineIndeksKriminalitas

Anak Berstatus Buron | Kesaksian Tamin Sukardi Ditunggu Polisi

MEDAN | Kepala Subdit II/Harda Bangtah Polda Sumut, AKBP Yusuf Safrudin mengatakan, akan berkordinasi dengan pihak Imigrasi dan pihak Singapura untuk membawa Tendeanus, anak Tamin Sukardi dari Singapura.

KEPALA BARESKRIMSelain itu, pihaknya juga menunggu kedatangan Tamin Sukardi ke Mapoldasu. “Kabarnya memang disana (Singapura) dan itu yang menjadi persoalan kita untuk menangkapnya. Kita akan berkoordinasi dengan Imigrasi dan pihak Singapura agar dapat menangkap Tendeanus, apalagi dia sudah tersangka,” terangnya kepada wartawan, Kamis (18/9/2014).

Lanjutnya, Tendeanus telah ditetapkan tersangka terlibat dalam kasus penipuan/penggelepan, namun, belakangan kita dengar dia sakit dan opname di salah satu rumah sakit di Singapura. Untuk itu, pihaknya akan berusaha untuk menjemputnya, mengingat hubungan diplomatik kita dan Singapura belum ada.

“Kalau memang segala sesuatunya termasuk ijinnya sudah keluar, pasti akan kita jemput dia disana. Itulah yang sedang kita kerjakan sekarang. Mungkin dia ke Singapura karena sudah mengetahui, kalau disana pasti sulit untuk menangkapnya,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, kasus Tamin Sukardi juga sudah hampir menuju puncak, meskipun dia berstatus saksi, namun ketidakhadirannya di penyidik sangat tidak kooperatif.

“Dia kita panggil sebagai saksi, dan sudah kita layangkan surat panggilan ketiga, namun, hingga saat ini dia belum hadir juga. Inikan dapat mengganggu penyelidikan kita, apalagi kasusnya sedang berjalan,” tuturnya.

Dikatakannya, sembari menunggu hasil berkasnya Gunawan dari Kejaksaan, penyidik akan melangkah untuk menangkap Tendeanus dan menunggu kedatangan Tamin Sukardi.

“Kasus ini tetap berjalan dan kami dalami. Untuk saat ini, kita masih memikirkan untuk menangkap Tendeanus di luar negeri. Kita juga menunggu kedatangan Tamin, manatahu selain mereka ada lagi ‘pemain’ yang belum kita tangkap. Kasus ini masih terus berlanjut,” pungkas dia.

Sebelumnya, Ketua Tim Penyelesaian Sengketa Tanah Garapan Rakyat (TPSTGR) P Sihole melaporkan Tamin Sukardi yang telah menyerobot tanah masyarakat yang terletak di Pasar III Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, karena tanah tersebut sebelumnya telah mendapatkan pelepasan penyelesaian garapan Rakyat atas areal PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) berdasarkan keputusan Gubernur Sumatera Utara tahun 2000.

“Kami datang ke Poldasu untuk melaporkan langsung kepada Direktur Reskrimum atau Kasubdit II/Harda Bangtah soal kejahatan Tamin Sukardi. Karena, di lahan kami sekarang sudah dibangun 500 bangunan ruko milik PT ACR yang suratnya dipalsukan olehnya,” ucap Sihole.

Seperti diberitakan, Gunawan alias Aguan (59), warga Jalan Pasar III No.1E Kelurahan Glugur Darat, Kec. Medan Timur, oleh Subdit. II/Harda Bangtah Ditreskrimum Poldasu, yang juga melibatkan nama mafia tanah, Tamin Sukardi.

Gunawan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penggunaan surat palsu atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu autentik atau turut serta dan membantu melakukan kejahatan.

Dan melanggar pasal 263 ayat (2) dan pasal 266 Jo pasal 55,56 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara tersebut.

Poldasu juga menyita barang bukti yaitu foto copy legalisir SHM No. 414,1360, dan 864 Kel. Padang Bulan Selayang I atas nama Tengku Khairul Anwar. Kemudian foto copy SHM No.1869 Kel. Padang Bulan Selayang I atas nama Tandeanus. Foto copy Grant Sultan No.699 tanggal 18 Sapar 1909 atas nama Imam Ahmad serta foto copy warkah pendaftaran penerbitan hak milik No.1869 Kel. Padang Bulan Selayang I atas nama Tandeanus dan warkah penetepan hak milik No.1869 Kel. Padang Bulan Selayang I atas nama Tandeanus. (man/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button