Modus Merampok | Sopir Angkot Pergoki Pasangan Selingkuh Berbuat Mesum

MEDAN | Jefri Sitanggang (28) warga Jalan Bawang VI Perumnas Simalingkar A Kecamatan Pancur Batu dan Desmiaty (43) warga Jalan Rotan Raya ujung Perumnas Simalingkar mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, Selasa (23/9/2014), untuk membuat laporan pengaduan.

KEPALA BARESKRIMPasangan selingkuh ini mendadak melaporkan James (32) warga Jalan Rela Kecamatan Medan Tembung yang memergoki pasangan berbeda kelamin ini saat sedang berbuat mesum, dengan tuduhan melakukan perampokan dengan menggunakan senjata tajam terhadap keduanya.

Mendapat laporan itu, polisi langsung turun dan mengamankan James yang berprofesi sebagai sopir angkot saat sedang mangkal di Jalan Pancing.

Selanjutnya, James diboyong ke Polsek Percut Sei Tuan guna pemeriksaan lebih lanjut. Saat diperiksa, polisi sempat dibuat bingung. Pasalnya, James mengaku tidak melakukan perampokan seperti yang dituduhkan pelaku. ” Tak ada aku merampok, apalagi menodongkan pisau kepada mereka,” jelasnya.

Namun, kedua pasangan selingkuh itu tetap bersikeras bahwa James adalah pelaku yang melakukan perampokan terhadap mereka berdua saat berada didalam angkotnya.

” Benar pak, dia yang melakukan perampokan terhadap kami,” jelas pasangan selingkuh ini saat berada di ruang juru periksa Polsek Percut Sei Tuan.

Polisi yang dibuat bingung dalam kasus ini lalu menanyai James kembali. Namun, James mengaku bahwa ia memergoki keduanya saat sedang berbuat mesum didalam angkot yang diparkirnya ditempat gelap di Jalan Pancing.

“Aku ngak ngerampok pak. Pas aku pergoki mereka berbuat mesum, aku meminta uang, kalung dan sendal jepit milik mereka,” jelasnya.

Mendengar perkataan James, kedua pasangan selingkuh itu lantas mengamininya. “Nah kan betul pak dia merampok kami,” ujar pasangan selingkuh itu.

Akhirnya, perkara tersebut duduk dan James pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pelaku James sudah diamankan dan masih kita lakukan pemeriksaan. Pelaku terancam pasal 368 KUHPidana tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *