EkonomiHeadlineIndeks

HIPMI Diharapkan Jadi Motivator Perekonomian Sumut

MEDAN | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk menjadi motivator dalam mendorong pertumbuhan perekonomian Sumut.

KEPALA BARESKRIM“Sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha, HIMPI dinilai potensial berperan sebagai motor penggerak laju pertumbuhan pembangunan,” kata Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi saat menerima audiensi Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Sumut periode 2014-2017 diruangannya, kantor Gubernur Sumut, Jl. Diponegoro Medan, (6/10/2014).

Hadir dalam audiensi Ketua Umum (Ketum) BPD HIPMI Sumut Akbar Himawan Bucha­ri, Syahrul Akbar, Samuel Hutajulu dan Sofa Nadhira.

Sementara Wagub Sumut didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Ir. Sabrina, MSi dan Kepala Bidang (Kabid) Seksi Komunikasi dan Informasi (SKDI) Kominfo Sumut Hj Afini SE.

Erry menambahkan, APBD Sumut hanya mampu menopang pertumbuhan perekonomian Sumut sekitar 17 persen saja. Sedang 83 persen lagi ditopang oleh sektor swasta yang bergerak di berbagai bidang usaha.

“Ini memperlihatkan bahwa peran swasta begitu besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut,” sebut Erry.

Untuk itu, sebut Erry, BPD HIPMI Sumut yang baru dilantik akhir September lalu harus memiliki program kerja yang berorientasi tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi juga mengedepankan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Sumut di masa mendatang.

Salah satu langkah awal yang dapat ditempuh adalah dengan menyusun program dengan menyesuaikan dengan rencana pembangunan Sumut.

“Jika pengusaha dan pemerintah provinsi bersinergi dalam menyusun program pembangunan, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, saya yakin akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik lagi ke depan,” harap Erry.

Tidak hanya itu, Erry berpesan, agar BPD HIPMI Sumut menjadi motivator kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menjalankan bisnis, termasuk memberikan pembekalan kepada generasi muda lainnya untuk menelurkan pengusaha baru, karena Indonesia saat ini masih membutuhkan pengusaha muda berbakat demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi bangsa di era pasar bebas mendatang.

Dari hasil survey, jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat rendah yakni 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sementara negara kecil Singapura telah mencapai angka 7 persen.

“Lebih banyak pengusaha muda yang tumbuh di Singapura dibandingkan dengan Indonesia. Padahal Singapura negara kecil dengan populasi penduduk yang juga kecil,” papar Erry.

Sementara Ketum BPD HIPMI Sumut, Akbar Himawan Bucha­ri mengatakan, kepengurusan BPD HIPMI Sumut periode 2014-2017 memiliki semboyan “Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha”.

Semboyan tersebut mempunyai makna HIPMI tidak hanya berjuang mencari keuntungan semata, namun juga peduli dengan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, HIPMI juga akan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib pengusaha dari berbagai tingkatan, termasuk UMKM.

“HIPMI berharap keberadaannya bermanfaat bagi masyarakat luas. Tidak hanya bagi anggota, tetapi juga kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” sebut Akbar.

Akbar Himawan Bucha­ri sendiri terpilih menjadi Ketum BPD HIPMI Sumut periode 2014-2017 melalui Musda XV HIPMI Su­mut di Grand As­ton Hotel Medan pada 26 September 2014 lalu. Akbar unggul 33 poin dari 60 suara, mengalahkan Dian Arry Permana Hara­hap yang hanya memperoleh 27 suara. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button