Rektor UMSU | Pendidikan Modern Jadi Monopoli Kepentingan Kolonial Belanda

MEDAN | Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Agussani MAP menyebutkan, pendidikan modern menjadi monopoli atas kepentingan kolonial Belanda, selain satu sisi pendidikan islam tradisional cenderung hanya memberikan pengajaran agama islam secara terbatas yang umumnya disebut pesatren yang memberikan keterampilan sebatas praksis ibadah.

rektor umsuKEPALA BARESKRIM“Pendidikan yang diterapkan pemerintah bagi wawasan agama islam tidak memiliki celah untuk masuk kedalamnya. Sehingga paradigma yang terbangun dalam pendidikan adalah pemisahan antara kompetensi keilmuan keislaman dan kopetensi keilmuan modern,” kata Agussani.

Dikatakan, UMSU sebagai salah satu perguruan tinggi muhammadiyah memiliki peran dan fungsi untuk mencerdaskan anak bangsa melalui pembelajaran dan pendidikan.

Sebagai pendiri muhammadiyah, Kiai Haji Ahmad Dahlan sejatinya menginisiasi model pendidikan yang berintegritasikan dimensi keislaman dengan kemodernan berawal dari keprihatinan atas kondisi pendidikan di Indonesia saat itu yang sangat dikotomis.

“Gagasan pendidikan Kiai Dahlan itu selanjutnya tidak diformulasikan dalam rangka konseptual (ilmiah) melainkan diwujudkan dalam bentuk karya amaliah yaitu dengan mendirikan pendidikan yang kemudian bermetamorfosa menjadi perguruan tinggi muhammadiyah. “Salah satu diantara perguruan tinggi muhammadiyah adalah UMSU,” sebutnya.

Dijelaskan, UMSU pada hakikatnya merupakan lembaga yang berfungsi untuk melestarikan mengembangkan menyebarluaskan dan menggali ilmu pengetahuan teknologi seni dan budaya.

Selain itu, UMSU berfungsi mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan menghasilkan jasa-jasa. “Dalam era globalisasi, informasi dan interpendensi yang telah, sedang dan akan berlangsung peran perguruan tinggi menjadi semakin penting,” ujarnya.

Diungkapkannya, dalam era tersebut, keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kualitas sumber daya alam yang dimiliki tetapi lebih ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia penguasaan informasi serta penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *