Berhijrahlah Para Pemuda !

Catatan: Munawir Pasaribu, MA

Setiap tanggal 1 Muharrah seluruh ummat muslim memasuki tahun baru. Tahun baru ini bukanlah sebuah peristiwa yang sakral untuk di rayakan akan tetapi makna dari peristiwa itu yang harus di ketahui dan di jadikan sebuah instropeksi bagi seseorang.

pemudaSetiap manusia memiliki pengalaman dalam hidupnya. Ada yang merasakan dalam hari-harinya penuh dengan ke imanan kepada Allah sehingga ia selalu berbuat kebaikan dan dalam koridor tuntunan dalam Alquran dan Sunnah Rasululla, ada pula orang yang merasakan bahwa pekerjaan yang dilakukannya aman dan senang saja tetapi orang tersebut sudah mempunyai dosa kepada Allah.

Peristiwa ini bisa menjadi gambaran kepada kita ada yang harus mempertahankan pekerjaan dan meningkatkan lagi jika itu dalam kebaikan dan ada juga yang harus merubah total gaya hidupnya. Dalam istilah agama Islam orang yang harus merubah total ini di sebut dengan hijrah.

Fenomena sekarang ini kebanyakan para pemuda yang muslim lebih mengerti dan memeriahkan tahun baru masehi yang merupakan bukan dari ajaran Islam dari pada tahun baru Islam (tahun baru Hijrah) itu sendiri. Selayaknya para pemuda Islam harus mengerti dan memaknai pengertian hijrah itu sendiri.

Hijrah kalau dilihat dari bahasa berarti At-Tarku yang artinya meninggalkan, baik meninggalkan tempat maupun meninggalkan sesuatu yang tidak baik. Dalam syari’at Islam hijrah diartikan meninggalkan negeri kafir menuju negeri Islam karena takut fitnah.

Fitnah disini maksudnya adalah bahaya yang dapat mengancam fisik dan keimanan seorang muslim, baik secara pribadi maupun secara kelompok. Dalam kaitannya ketika seseorang dalam masa pemuda ada sebuah situasi yang menyebabkan seseorang itu bisa terjadi fitah, kalau dicontohkan secara sederhana ada sebahagian pemuda-pemudi sekarang ini mempunyai komonitas atau geng terkadang geng ini bukan menambah kedekatan kepada Allah malah menjadikan mereka buruk disisi Allah.

Contohnya geng yang terkenal sekarang ini adalah geng motor yang suka membuat onar, kalau pemudinya disebut dengan cabe-cabean. Komunitas ini tidaklah terlalu baik karena mereka tidak memperkuat pergerakan dakwah Islam. Ada juga komunitas atau geng itu yang baik contohnya, remaja masjid, organisasi kepemudaan berbasis Islam, yang kegiatan rutinitas mereka adalah dakwah dan syiar Islam.

Selain pengertian diatas, dalam terminology Islam, Hijrah juga mempunyai arti meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah. Dalam hal ini Rasulullah bersabda : “Orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah kalau dijabarkan ,bisa berarti perpindahan seorang muslim dari kufur kepada iman, dari syirik kepada Tauhid, dari Nifaq kepada Istiqomah, dari maksiat kepada taat, dari haram kepada halal. Atau dengan singkat perpindahan total seorang muslim dari kehidupan yang serba jahiliyah menuju kehidupan yang serba Islamiah.

Pemuda-pemudi yang akhir-akhir ini sangat menghawatirkan kita haruslah mereka berhijrah dari pekerjaan-pekerjaan yang sia-sia tersebut. Jika mereka memaknai hijrah itu secara sempurna maka mereka akan menjadi orang yang baik dan selalu dalam bimbingan Allah swt. Wallahu a’lam bissawab. (Dosen UMSU / Wakil Sekretaris PWPM Sumut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *