Jabar Miliki Teh Terbaik Dunia

BANDUNG | Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan acara Bandung Tea Festival 2014. Hal tersebut sebagai wujud serta apresiasi pemerintah terhadap komoditas teh yang sudah melegenda di Indonesia.

KEPALA BARESKRIMSekertaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Wawan Ridwan mendukung penyelenggaraan festival teh yang rencananya akan berlangsung hingga 6 November mendatang ini. Terlebih teh terbaik dunia tumbuh berkembang di Jawa Barat.

“Sejak zaman Belanda, potensi teh dunia ada di Indonesia. Dan sebagian besar teh terbaik Indonesia berasal dari Jawa Barat,” tutur Wawan usai membuka acara Bandung Tea Festival 2014, Selasa (4/11/2014).

Wawan berharap, kualitas teh yang melegenda ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan agar komoditas teh di Jawa Barat ini semakin mendunia. “Carannya perbanyak konsumsi teh, budayakan minum teh,” tutur dia.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Arief Santosa mengatakan, sebagai provinsi penghasil komoditas teh terbesar di Indonesia dengan kontribusi sebesar 72% pasokan teh nasional, masyarakat Jawa Barat pun harus ikut menikmati khasiat teh yang banyak memiliki manfaat bagi kesehatan.

“Dinas Perkebunan Jabar sedang menyusun dokumen pembuatan nama “Teh Java Preanger”, sebagai brand teh asal Jawa Barat di pasar internasional,” tutur Arief.

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sendiri menargetkan jumlah konsumsi teh pada masyarakat Jabar dapat terus ditingkatkan hingga mencapai 1,5 kilogram per kapita per tahunnya.

Sebelumnya, data Dinas Perkebunan Provinsi Jabar menyebutkan bahwa masyarakat hanya mengonsumsi 3,5 gram teh saja per kapita per tahunnya.

“Ini jelas berbeda jauh dengan di negara-negara Eropa yang mencapai dua kilogram per kapita per tahun,” jelas Arief.

Acara Bandung Tea Festival digelar di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Acara festival teh Bandung ke-11 kalinya ini bertujuan untuk menginformasikan perkembangan teh, khususnya yang berasal dari Jawa Barat. “Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut membudayakan minum teh,” tutur dia.

Arief mengatakan, Dinas Perkebunan tengah menyusun dokumen Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) teh yang sudah memasuki tahap final. “Dari hasil MPIG tersebut akan dibuat nama “Teh Java Preanger” sebagai brand internasional,” ucap dia.

Arief menambahkan, perkembangan teh Jawa Barat sudah semakin baik. Setidaknya 15 negara termasuk dari Eropa dan Afrika yang berlangganan teh asal Jawa Barat.

“Negara yang paling banyak mengimpor teh Jabar adalah London dan Maroko, yang permintaannya mencapai 80 ton untuk sekali impor,” tutupnya. (inl/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *