Kejari Siantar Lamban Tangani Rentut Kasus KDRT

SIANTAR | Kinerja Kejaksaan Negeri Pematangsiantar terbilang lamban. Pasalnya, rencana tuntutan (rentut) pada kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atas nama terdakwa Mandapot Nando Gultom alias Nando hingga sebulan belum tuntas.

KEPALA BARESKRIMAkibatnya, sidang yang mestinya digelar di Pengadilan Negeri Siantar dengan agenda tuntutan itu tertunda hingga 4 minggu.

”Kan bukan hanya saya yang mengajukan rentut itu. Mestinya ada Kasi Pidum, ada Kajari juga. Lihatlah, pak Kasi Pidum memang sedang lagi tidak di tempat,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Harri Darmawan ketika dikonfirmasi wartawan.

Dia membantah sengaja memperlambat untuk mengajukan tuntutan kepada terdakwa Mandapot Nando Gultom.

”Ini bukan saya sengaja. Memang kemarin Kajari sedang ke Penang, terus Kasi Pidum lagi gak berada di tempat. Kemarin Kasi Pidum sempat ada tapi beliau bilang tunggu aja dulu. Kalau gak percaya cek saja ke kamarnya. Pak Kasi Pidum lagi gak ada di tempat. Lihatlah!” kata Kasi Pidum.

Ikhwal lambannya kinerja Kejari Siantar itu membuat korban KDRT itu, Risny Silalahi mengeluh. ”Tiap minggu sidang ditunda. Ini sudah 4 minggu. Lalap ditunda. Sampai kapan?” keluh Risny Silalahi yang dihubungi.

Mestinya, menurut korban, akhir November 2014 lalu, terdakwa Mandapot Nando Gultom sudah disidang dengan agenda tuntutan dan pertengahan Desember 2014 terdakwa sudah divonis. ‘

‘Harapan saya, Kejari jangan memperlambat proses persidangan. Masak bikin tuntutan saja segitu lamanya. Kalau begini, saya jadi menaruh curiga,” selidiknya.

Sekadar diketahui, Risny Silalahi yang kini tercatat sebagai pegawai RSU Djasamen Saragih sering dianiaya terdakwa suaminya hingga babak belur. Bahkan meski tanpa sebab, suaminya menuduh dirinya berselingkuh dengan pria lain.

Selama tahun 2014 korban selalu dianiaya. Peristiwa penganiayaan pertama terjadi Februari 2014 lalu (red, dilaporkan ke Polres Siantar dan berujung damai). Selanjutnya penganiayaan yang dilakoni suaminya terjadi lagi Mei 2014. Aksi penganiayaan terakhir terjadi 9 Oktober 2014. Meski sempat diburon selama 2 pekan, akhirnya petugas Reskrim Polres Siantar meringkus pelaku di rumahnya.

Kini, terdakwa masih ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Jalan Asahan Pematangsiantar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *