Polda Ungkap Pencurian Muatan Container di Belawan

MEDAN | Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) berhasil mengungkap aksi pencurian terhadap muatan container, di kawasan Pelabuhan Belawan.

KEPALA BARESKRIMSebanyak 6 orang tersangka pencurian dan penadah dikabarkan berhasil ditangkap, (13/12/2014). Begitu juga dengan barang bukti ratusan bal payung dari angkutan disebut-sebut milik sebuah koperasi, turut diamankan dari sebuah bangunan bekas restoran sea food yang berada di kawasan Cemara Asri.

Namun, salah seorang tersangka penadah berinisial A yang disebut sebagai pemilik restoran tempat ditemukan ratusan bal payung itu, dibebaskan polisi, setelah ditahan selama 2 hari.

Informasi diterima wartawan, kejadian itu bermula saat container koperasi itu, mengangkut ribuan bal payung ke kawasan Pelabuhan Belawan untuk dikirimkan ke Pulau Jawa, pada (2/12/2014).

Namun, saat ribuan bal payung itu hendak dipindahkan untuk dikirimkan, didapati ratusan bal payung sudah hilang. Oleh karena itu, pihak koperasi menyelidiki kejadian itu, hingga akhirnya pihak koperasi mendapat informasi kalau kasus itu berhasil diungkap pihak Polda Sumut, sehingga pihak koperasi membuat laporan polisi yang tertuang dalam laporan nomor STTLP/1392/XII/2014/SPKT II.

Dalam laporan itu, pihak koperasi mengetahui kalau 6 orang tersangka masing-masing, berinisial A dan A yang disebut-sebut sebagai pemilik restoran tempat penyimpanan barang curian, I, E dan A selaku pekerja di gudang penyimpanan payung hasil curian serta S yang disebut-sebut sebagai kernet mobil box pembawa barang hasil curian.

Sementara HI selaku supir mobil box yang membawa barang hasil curian itu, belum ditangkap.

“Itu yang menangkap POM-AL yang diserahkan ke kita. Hanya 1 orang tersangkanya, yaitu kernet mobil. Kalau barang bukti, di pihak POM-AL karena mereka yang nangkap dan katanya ada oknum AL juga diduga terlibat,” ungkap Kasubdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut AKBP Amry Siahaan saat dikonfirmasi di depan gedung Ditreskrimum Polda Sumut, Selasa (16/12/2014).

Namun, Amry enggan berkomentar banyak. Dikatakannya, kasus itu saat ini sedang disidik oleh unit VC Subdit III/Umum Ditreskrimum Poldasu. Oleh karenanya, Amry menyebut untuk mengkonfirmasi hal itu kepada unit VC.

Namun, wartawan yang mencoba mengkonfirmasi Kanit VC Subdit III/Umum Ditreskrimum Poldasu Kompol Hari Azhari, belum mendapat jawaban. Bahkan, panggilan telepon yang disampaikan pun tidak kunjung dijawab. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *