HeadlineIndeksSosial

Pantai Barat Madina Rawan Banjir

NATAL | Dari tahun ke tahun banjir selalu saja menjadi problem serius yang mengganggu masyarakat dan perputaran perekonomian di sekitaran wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara.

banjir madinaKEPALA BARESKRIMDengan curah hujan yang sedikit agak tinggi saja, daerah pemukiman dan badan jalan lintas Natal-Panyabungan langsung lumpuh total akibat genanangan air yang cukup tinggi. Diperkirakan banjir tersebut selain dari air hujan, juga berasal dari luapan Sungai Batang Natal.

Buruknya kondisi di beberapa titik desa wilayah Kecamatan Natal, seperti Desa Patiluban Hilir, Kampung Sawah, Balimbing dan desa-desa lainnya ini selalu menjadi masalah serius bagi masyarakat dari tahun ke tahun.

Seolah pihak pemerintah tampak tak mampu menangani hal itu, padahal pihak Pemkab Madina setiap tahunnya selalu aktif untuk melaksanakan realisasi penggunaan anggaran daerah dan negara dalam bentuk proyek-proyek fisik dengan jumlah anggaran biaya yang cukup besar.

Pertanyaannya, apakah pemerintah tidak mampu menangani persoalan banjir ini atau kurang serius mengurusi masalah-masalah yang ada di pantai barat ini?

Pantauan LSM LPPI Kecamatan Natal, salah satu LSM yang aktif di Kecamatan Natal dalam memantau semua situasi masyarakat dan kinerja pemerintah, terkait persoalan banjir ini, Ketua LSM LPPI Kecamatan Natal M Ali Hanapiyah mengatakan, seharusnya banjir sudah tidak menjadi persoalan lagi bagi masyarakat di Pantai Barat Madina ini kalau saja pihak pemerintah cepat tanggap menyikapinya,

“Namun pemerintah terkesan seolah kurang memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat yang ada di pantai barat ini,” kata Ali.

Pimpinan LSM LPPI Kecamatan Natal ini memaparkan, kalau saja pemerintah cepat membereskan seluruh drainase dan pengaturan pengaliran air di sekitar pemukiman penduduk dan sungai yang ada, kemungkinan banjir sudah tak jadi masalah lagi saat ini.

“Demi kepentingan masyarakat, diminta kepada pemerintah agar lebih serius lagi menangani persoalan banjir ini, dan agar memprioritaskannya, daripada mengurusi proyek-proyek fisik yang kurang bersentuhan dengan masyarakat secara langsung,“ tegas Ketua LSM LPPI. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button