EdukasiHeadlineViFo

Sebelum Datang Mati

Catatan: Robie Fanreza

Jika kita melintas makam, perlu disadari bahwa mereka dahalunya sama seperti kita sekarang ini. Berkerja untuk memenuhi kebutuhan, terseyum dengan teman sejawat, menangis dalam kesendirian, bergembira dengan saudara, segala aktivitas itu pun dilakukan sebelum kita meninggal dunia.

robieMembayangkan kehidupan yang akan dijalani dialam kubur membuat ketakutan yang mendalam. Bisa kita bayangkan biasa kita hidup dialam bebas dan bergerak kemana saja yang kita inginnkan, kini hanya ditempat terbatas bahkan sempit oleh ruang.

Kemudian biasa kita tidur ditempat yang nyaman diatas kasur, kini kita hanya berada diatas tanah. Biasanya kita memakai pakaian yang indah dan bagus, kini hanya kain putih yang menyelimuti tubuh. Biasanya segala bentuk hiburan kita dapatkan, kini hanya kegelapan yang menemani kita setiap saat.

BACA JUGA

Sungguh mengerikan dan menakutkan jika itu terjadi kepada diri kita, tetapi kita tidak bisa menolaknya dan pasti kita juga akan menjalani kehidupan dialam kubur.

Pernah penulis merasa sangat ketakutan ketika membanyangkan terkait persoalan kematian. Sepertinya belum ada keinginan untuk memperolehnya, menyadari amal kebaikkan masih sedikit. Hidup didunia hanya satu kali saja, setelah itu kita akan mengalami kematian.

Mati yang kita alami bukan berarti tidak akan hidup kembali, tetapi pindah pada kehidupan yang abadi.Kita milik Allah dan sungguh akan kembali pada Allah salah satu informasi dari Allah yang perlu dipahami.

Semua yang melekat pada diri seperti jabatan, kekayaan, kedudukan dan sebagainya akan meninggalkan kita. Rasul pernah berpesan kepada kita, tiga hal yang akan mengiringi kita ke liang lahat seperti harta, keluarga dan amal baik. Dua meninggalkan kita yakni harta dan keluarga, satu akan mengikuti yaitu amal kebaikkan kita.

Dalam alquran kita akan menemukan peringatan Allah terkait persoalan kematian. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan QS. Al-Munafiquun : 10-11. Kematian yang telah ditetapkan waktunya oleh Allah tidak akan bisa ditolak atau sekedar untuk mengundurkannya.

Sekali-kali tidak bisa, oleh karena itu jangan mempercepat kematian jika kematian itu belum berpihak kepada kita. Juga kita tidak bisa mencegah malaikat izrail karena ingin menunda kematian itu. karena itu tugas kita adalah bersiap siaga untuk menghadapi kematian denga optimis.

Jadi yang perlu disiapkan sebelum kematian itu menjemput adalah Orang yang berusia panjang disertai dengan amal shalih, dia akan mencapai derajat yang tinggi serta kenikmatan yang abadi. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membedakan dua orang shahabat (yang beliau persaudarakan).

Sahabat pertama meninggal dunia, tujuh hari kemudian disusul oleh shahabat yang kedua. Diriwayatkan dari ‘Ubaidillah bin Khalid As-Sulami : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam mempersaudarakan dua orang laki-laki. Lalu salah seorang di antara keduanya meninggal, kemudian yang satunya meninggal juga sepekan setelah itu. Kami menshalatinya, lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Apa yang kalian ucapkan?”.

Mereka menjawab : “Kami berdoa untuknya, kami katakan,”Ya Allah, ampunilah dia dan pertemukanlah dia dengan saudaranya”. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :“Dimana (pahala) shalat orang ini setelah shalatnya (orang yang meninggal lebih dahulu)? Dimana (pahala) puasa orang ini setelah puasanya (orang ini)? Jarak antara kedua shahabat ini seperti jarak langit dan bumi” HR. Abu Dawud dan An-Nasa’I.

Penutup
Bagaimana mungkin sama amal orang yang rajin beribadah daripada orang yang tidak rajin dalam beramal. Karena itu sebelum kematian datang, hidup yang masih kita jalani agaknya harus diisi dengan amal saleh yang dapat memberatkan kita dalam syurga. Fastabiqul khairat
(Dosen UMSU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button