Kandidat Dosen S3 ITM Studi ke Inggris Tekuni Ilmu Mekanik Mesin Pesawat

MEDAN | Mulyadi ST MT, staf pengajar di jurusan teknik mesin Institut Teknologi Medan (ITM) yang kini melaksanakan studi bidang mechanical engineering di University Sheffield Inggris menekuni aplikasi teknik pesawat terbang dan pesawat luar angkasa yang akan difokuskan untuk riset dan penelitian kandidat S3-nya.

KEPALA BARESKRIM“Bidang keilmuan yang ditekuninya itu merupakan ilmu terbaru (up to date) dan terkini yang berguna untuk lembaga pendidikan tinggi bukan hanya di ITM tapi bermanfaat bagi kebutuhan dunia industri pesawat terbang di Indonesia ,” kata Mulyadi didampingi Kahumas M Vivahmi Manafsyah SH MSi, kemarin.

Menurut dia, riset yang terkait dengan aplikasi industri maju di dunia saat ini memiliki fasilitas yang sangat baik dan dapat mendukung kemajuan ilmu pendidikan di lembaga pendidikan sekarang ini.

Selain itu bukan hanya dunia industri pesawat terbang dan pesawat luar angkasa, tapi hasil riset dan penelitian itu bisa diaplikasikan dengan bidang-bidang ilmu teknologi lain seperti dapat digunakan untuk maritim, pembangkit tenaga angin berupa kipas dengan pendukung material win turbin.

Mulyadi yang masih mengikuti pendidikan lanjutan program doktor dengan bantuan beasiswa dari Dikti tahun 2010 lalu menjelaskan bahwa aplikasi mekanik mesin pesawat terbang dewasa ini menjadi trend di Eropa.

Sedangkan di Indonesia katanya, teknologi ini bisa dimanfaatkan di Sumatera Utara dengan penggunaan teknologi tinggi (hi-tech) dan penggunaan bidang-bidang keilmuan lainnya. Bahkan pemanfaatan teknologi ini sangat relevan bagi pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan industri khususnya di Medan dapat menerapkan teknologi ini untuk diadopsi dengan aplikasi lain.

Untuk itu ITM, Mulyadi bertekad setelah menyelesaikan pendidikannya itu akan melakukan riset walaupun sarana belum memadai tapi setidaknya bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain melakukan kemitraan baik dengan dunia usaha dan industri serta pemerintah.

Pasalnya, penggunaan mekanik mesin di pesawat terbang itu menggunakan mekanik bahan komposit yang hampir 60 sampai 70 persen kompositnya digunakan untuk badan pesawat, sementara untuk pesawat jenis baja telah menggunakan 100 persen bahan komposit ini.

Artinya, pemerintah bisa memanfaatkan bagi tripartit (pemerintah, dunia industri dan akademisi) bisa lebih bersinergi melakukan pemanfaatan ilmu yang mutakhir ini untuk mendukung riset.

Namun sayangnya selama ini ribuan ilmuan lulusan luar negeri tidak mempunyai wadah untuk melakukan penelitian, sehingga banyak lulusan S3 kurang berminat melakukan penelitian. Kalau untuk mengajar bisa cukup dosen berjenjang S2, tapi bagi dosen S3 lebih mengedepankan riset dan penelitian di bidang keilmuannya.

“Untuk itu kita berharap pemerintah menyahuti keinginan para ilmuan S3 ini untuk mendapatkan dukungan dan wadah dalam mengembangkan keilmuannya demi kemajuan dunia pendidikan tinggi,” tambahnya seraya mengatakan, salut atas suasana kondusif perkuliahan di luar negeri yang dapat mendukung mahasiswa pendidikan lanjutan nyaman menimba ilmu dan berkosentrasi menyelesaikan studinya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *