Penambang Emas Ilegal Rambah Hutan Lindung Mane

SIGLI | Polisi Resort (Polres) Pidie menelusuri hutan lindung di kawasan Gampong Turu Cut, Kecamatan Mane, Pidie yang telah dirambah dijadikan sebagai sarana jalan yang diduga dilakukan oleh para penambang emas.

KEPALA BARESKRIM“Hutan lindung itu dirambah dijadikan jalan oleh penambang emas ilegal. Temuan sementara diketahui jalan yang telah dirambah itu telah mencapai 9 Km,” kata Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Ibrahim SH, kemarin.

Ditambahkan, jalan yang dibuat di dalam hutan lindung itu untuk dapat dilalui beko untuk menggali bongkahan batu yang mengandung emas yang dilakukan secara ilegal. Untuk menuju hutan lindung tersebut membutuhkan waktu dua hari menggunakan sepeda motor jenis trail.

“Sebagian hutan lindung tersebut telah dijadikan kebun oleh warga untuk bercocok tanam. Belum kami ketahui luas hutan lindung yang dijadikan kebun,” katanya.

Kata Ibrahim, untuk mengetahui secara detail hutan lindung di Mane yang telah dirambah, penyidik kepolisian akan memeriksa Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pidie, Ir Syarkawi dan beberapa kepala bagian yang menangani hutan lindung. Tak hanya itu, lanjutnya, polisi juga memeriksa aparatur gampong di Kecamatan Mane.

“Kami memanggil mereka untuk meminta klarifikasi sejauhmana hutan lindung Mane dirambah,” katanya.

Di bidang lain, kata Kapolres Sunarya, polisi juga telah menertibkan aktivitas penebangan pohon dan warga bercocok tanam di pinggir Waduk Rajui Padang Tiji. Aktivitas warga menyebabkan terjadinya longsor yang tanahnya menutupi waduk tersebut.

“Kita telah memerintahkan anggota Polsek Padang Tiji untuk menghentikan aktivitas warga yang bisa menyebabkan terjadinya longsor menutupi waduk. Dan, sampai kini tidak adanya aktivitas warga di atas Waduk Rajui Padang Tiji,” katanya. (srb/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *