Mahasiswi Unimed Dibawa Kabur Teman Chatting

MEDAN | Sungguh memilukan nasib yang dialami pasangan suami istri (pasutri) Safario (53) bersama istrinya. Warga Jalan Pimpinan Kelurahan Sei Kera Hilir Kecamatan Medan Perjuangan tersebut menyambangi Polsek Medan Timur guna meminta pertolongan terkait hilangnya anak semata wayangnya, SN (22) mahasiswi Unimed Semester III yang sudah lima hari tak pulang dan kabur dari rumah bersama teman ‘chatting’-nya, Antonius (26) warga asal Malang, (21/1/2015).

KEPALA BARESKRIMInformasi diperoleh menyebutkan, peristiwa kaburnya SN diketahui pada (16/1/2015). Kepergian SN, sama sekali tidak diketahui oleh keluarganya.

SN pergi meninggalkan rumah tanpa ada pamit kepada orangtuanya. Namun dikarenakan keluarga berharap SN pulang, awalnya keluarga enggan untuk melaporkan ke Polisi atas kaburnya anak semata wayang ini.

Namun, setelah ditunggu selama lima hari SN, tak kunjung pulang, sang ibu yang khawatir mendesak suami guna mencari tahu keberadaan anaknya tersebut.

Berulang kali keluarga melakukan pencarian dengan menayakan kepada teman anaknya namun keluarga tak mendapat hasil yang positif. Begitu juga dengan teman-teman kampusnya, diketahui SN sudah beberapa hari tak masuk kuliah.

Darisitu, keluarga yang tidak putus asa terus melakukan pencarian dan menanyakan kepada teman-temannya. Alhasil, diketahui SN kabur dari rumah bersama seorang pria yang dikenalnya lewat media sosial.

Salah seorang teman SN yang ikut menemani orangtua korban melapor ke Polsek Medan timur mengatakan, “Kami teman chatingnya juga bang, kami nemani bapak dan ibu SN untuk menjelaskan bahwa anak tunggal bapak ini kabur sama anak Malang, teman Chatingnya,” ujar teman Chating dan juga teman satu kampus SN yang namanya enggan disebutkan.

Selain itu, pemuda kurus ini menambahkan, keluarga mengetahui kepergian SN ke Malang setelah mengecek ke maskapai penerbangan Lion Air.

“Perginya itu hari Jumat jam-jam 11 malam, naik peawat Lion Air dari Bandara Kuala Namu menuju ke Malang,” jelasnya.

Selanjutnya, SN juga diketahui merupakan anak tunggal. Sehingga orang tua korban sangat terpukul. “Anak tunggal si SN, bang. makanya sedih kali orang tuanya,” ucapnya.

Sementara, Ibu korban ketika dimintai keterangan di Polsek Medan Timur, enggan menerbitkan kasus kehilangan anak ini dikarenakan malu. “Gak usahlah dek, malu kita,” ujarnya singkat.

Kapolsek Medan Timur Kompol Juliani Prihartini melalui Kanit Reskrim AKP Alexander Piliang ketika dikonfirmasi mengatakan, telah menerima laporan korban. “Sudah kita terima, selanjutnya akan kita lakukan penyelidikan,” tandasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *