Masyarakat Sumut Bantu Pembangunan RS Indonesia di Gaza Palestina

MEDAN | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyerahkan donasi sebesar Rp 900 juta kepada rakyat Palestina.

Donasi Sumut PalestinaKEPALA BARESKRIMDonasi tersebut merupakan sumbangan masyarakat Sumut yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan Rumahsakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.

Penyerahan dilakukan di Aula Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU), kemarin. Donasi langsung diterima Presidium Medical Emergensy Rescue Communitte (MER-C), dr Joserizal Jurnalis, Sp.OT.

Hadir dalam acara penyerahan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Sumut dr Siti Hartati Suryantini MKes, sejumlah guru besar Fakultas Kedokteran, Prof Guslihan D Tjipta, Prof Dr Sutomo, Ketua MER-C Cabang Medan dr Ahmad Handayani, pengurus Ikadan Dokter Indonesia Sumut dan perwakilan Forum Umat Islam (FUI) Sumut.

Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Sumut terhadap rakyat Gaza, Palestina.

“Meski jumlahnya tidak seberapa, semoga bermanfaat untuk menyempurnakan pelayanan medis di RS Indonesia di Jalur Gaza. Jangan lihat jumlahnya, tetapi makna yang terkandung dalam pengumpulan donasi ini. Bantuan ini bentuk solidaritas dan rasa saling peduli terhadap saudara sesame muslim,” ujar Erry.

Erry mengatakan, masyarakat Sumut berdoa semoga perdamaian di Gaza segera terealisasi agar tidak jatuh korban lebih banyak lagi dari kalangan masyarakat tidak berdosa.

“Perang telah banyak menimbulkan korban, baik jiwa, harta benda dan lain sebagainya. Tidak sedikit warga yang menderita cacat akibat perang yang terjadi. Mereka membutuhkan pelayanan medis. Kita berharap, RS Indonesia di Jalur Gaza segera beroperasi maksimal agar dapat menjalankan tugas kemanusiaan,” harap Erry.

Erry berharap, pemerintah Indonesia gencar mengampayekan perdamaian di Jalur Gaza di forum Internasional.

“Perdamaian akan menghentikan jatuhnya korban kalangan sipil tidak berdosa. Semoga pemerintah kita berperan aktif dalam memciptakan perdamaian dunia,” harap Erry.

Erry menyatakan apresiasinya kepada MER-C yang telah banyak berperan dalam pembangunan RS Indonesia di Gaza.

“Pembangunan RS Gaza merupakan amanah seluruh rakyat Indonesia. Dalam menjalankan tugas mulia ini, MER-C juga harus tetap mengutamakan keselamatan,” pesan Erry.

Presidium MER-C, Joserizal Jurnalis mengatakan, kepedulian terhadap nasib rakyat Palestina di Jalur Gaza merupakan gagasansejumlah tokoh di Sumut. Kepedulian tersebut sangat bermanfaat bagi rakyat Palestina dengan adanya wakaf satu unit ruang operasi RS Indonesia di Gaza.

“MER-C akan menyampaikan amanah masyarakat Sumut ini agar pembangunan RS Indonesia di Gaza segera rampung,” ujar Joserizal.

Joserizal mengatakan, pehatian rakyat Indonesia terhadap pembangunan RS Indonesia di Gaza sangat besar. Bangunan berdiri diatas lahan 1,6 hektar dengan luas 10 ribu meter persegi. RS Indonesia nantinya memiliki 4 ruangan operasi dengan 10 tempat tidur. Kemudian satu ruangan ICU dengan dilengkapi 100 tempat tidur.

“RS Indonesia di Jalur Gaza sangat dibutuhkan rakyat Palestina. RS Indonesia tidak akan ada tanpa bantuan seluruh rakyat Indonesia,” tambah Joserizal.

Joserozal menegaskan, keberadaan RS Indonesia di Gaza Utara Palestina, tidak hanya sebagai fasilitas medis bagi rakyat Palestina, namun juga symbol persaudaraan kedua bangsa.

“Rumah Sakit Indonesia di Gaza itu bukan hanya fasilitas medis, namun membawa berbagai pesan. Keberadaan RS Indonesia juga sebagai simbol persaudaraan bangsa Palestina dan bangsa Indonesia,” papar Joserizal.

Selain ityu, keberadaan RS Indonesia juga mengandung pesan solidaritas mendalam dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Lebih dari itu, Zionis itu tak akan bisa memusnahkan bangsa Palestina karena rakyat Palestina tidak sendirian.

Ketua MER-C Cabang Medan dr Ahamad Handayani berharap dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam menyempurnakan gerakan wakaf Sumut untuk pembangun satu ruangan operasi di RS Indonesia di Gaza.

“Satu ruangan operasi akan dinamakan Ruangan Sumatera Utara. Saat ini MER-C Medan sedang berupaya dalam pengadaan alat-alat medis,” ujar Hamdani. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *