HeadlineIndeksRegulasi

Wagub Imbau Seluruh Masyarakat Sumut Perangi Narkoba

SIBOLANGIT | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Ir HT Erry Nuradi MSi mengimbau seluruh masyarakat untuk memerangi dan membatasi peredaran narkoba.

HUT GAN IndonesiaKEPALA BARESKRIM“Narkoba tidak hanya merusak berbagai sendi masyarakat, tetapi juga melemahkan generasi muda,” kata Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi dalam acara HUT Gerakan Anti Narkoba (GAN) Indonesia Sumut ke 15 sekaligus HUT Sibolangit Center ke 14 dan HUT Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba di Pusat Rehabilitasi Sibolangit Center, Jl Lintas Sumatera Jamin Ginting, Kabupaten Deli Serdang.

Hadir pada acara tersebut Direktur Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Waskito Budi Kusumo, Bupati Deli Serdang Drs Azhari Tambunan, Bupati Serdang Bedagei Soekirman, Wakil BNN Provsu AKBP Drs Safwan Khayat MHum, Letjen AY Nasution .

Erry menyatakan apresiasinya kepada GAN Indonesia, Sibolangit Center dan Pimansu karena eksis dalam memerangi narkoba.

“Peredaran narkoba semakin memprihatinkan. Ini ancaman serius bagi masyarakat khususnya generasi muda bangsa. Kondisi ini perlu penanganan serius,” ujar Erry.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut, masyarakat yang terindikasi pernah menggunakan narkoba di Sumut mencapai 5 persen.

“Dari 20 orang, 1 diantaranya terindikasi menggunakan narkoba. Ini sangat memprihatinkan. Artinya, keberadaan narkoba sangat akrab bagi masyarakat,” papar Erry.

Lebih parah, lanjut Erry, pengguna narkoba tidak hanya remaja bahkan telah menyebar keseluruh aspek kehidupan masyarakat, baik itu PNS, seniman, pejabat pemerintah bahkan oknum polisi,” tambah Erry.

“Artinya, ancaman narkoba tidak lagi kategori sebagai kenakalan remaja, tetapi sudah ancaman serius yang juga butuh penanganan serius,” sebut Erry.

Untuk itu, Erry mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi narkoba. Demikian juga lembaga pendidikan, harus tegas dalam melakukan pengawasan kepada siswa agar tidak terjurumus dalam jerat narkoba.

“Kita saat ini perang terhadap narkoba. Generasi muda jangan sampai lumpuh karena ketergantungan narkoba. Kita juga harus meningkatkan keseriusan dalam melakukan penanganan kepada pengguna narkoba yang kini menjalani rehabilitasi,” ajak Erry.

Sementara Direktur Rehabilitasi Sosial Kemenkes RI, Waskito Budi Kusuma mengatakan, pemerintah telah melakukan tindakan tegas terhadap pelaku peredaran narkoba dengan memberlakukan hukuman mati.

“Tujuannya tidak hanya menimbulkan efek jera, tetapi Pemerintah Indonesia tidak menolerir mereka yang menjerumuskan generasi muda dengan mengedarkan narkoba,” sebut Waskito.

Pemerintah pusat, jelas Waskito, melakukan rehabilitasi terhadap 100 ribu masyarakat pengguna narkoba pada 2015.

“Untuk mendukung program rehabilitasi itu, kita mengerahkan SDM mencapai 1200 SDM orang yang bertugas membina sekaligus memberikan terapi penyembuhan, baik pisik maupun psikis,” jelas Waskito.

Presiden GAN RI, H Kamaluddin Lubis bertekat terus melakukan upata dalam pemberantasan narkoba dan langkah rehabilitasi.

“Dalam rehabilitasi, kita terus berupaya menyadarkan para pecandu narkotika akan bahaya narkoba. Kemudian kita melakukan pembinaan hingga pengguna bisa bersosialisasi kembali dengan masyarakat umum,” ucap Kamaluddin.

Eksistensi memerangi narkoba, sebut Kamaluddin, merupakan wasiat puteranya, Almarhum Muhammad Baron, sebelum menghembuskan nafas akibat narkoba 15 tahun lalu.

“Sebelum wafat, anak saya berpesan untuk memerangi narkoba. Wasiat itu menjadi cikal bakal dibangunnya Sibolangit Center. Harapannya, jangan ada lagi orang yang mati sia-sia karena narkotika,” kenang Kamaluddin.

Sejak berdiri 15 tahun lalu, tidak sedikit pecandu narkoba yang telah pulih dan kembali ke tengah masyarakat. Tidak hanya pulih, sejumlah penghuni Sibalongit Centre ada yang hafiz Al quran.

“Selain rehabilitasi, penghuni Sibolangit Centre juga mendapat bimbingan agama,” terang Kamaluddin.

Salah seorang penghuni Sibolangit Center, Hasnul Arif Sinambela mengaku, menyesal telah terjerumus menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Selama menggunakan barang haram tersebut, Hasnul tidak mendapatkan manfaat apa-apa kecuali kesenangan sesaat.

“Saya sudah 1 tahun 1 hari menjadi penghuni Panti Insyaf Sibolangit. Saat ini saya merasakan banyak manfaat dan sudah siap kembali ke lingkungan keluarga,” sebut Hasnul.

Hasnul yang sebelumnya aparat hukum berpangkat Brigadir ini juga berjanji tidak akan menggunakan narkoba. Bahkan ayah dari 2 anak ini berjanji akan merangkul teman-teman pecandu untuk memerangi narkoba dilingkungan kerjanya dan masyarakat luas.

Tidak lupa Hasnul berharap kepada pimpinannya untuk tidak melakukan pemecatan, karena ia siap sebagai duta sosialiasi perang terhadap narkoba di jajaran kepolisian.

“Selain sebagai tulang punggung keluarga, saya siap menjadi anggota polisi yang melakukan sosialisasi secara intern di tubuh polri untuk tidak menggunakan narkoba. Cukup saya saja yang terlanjur menjadi korban. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button