Harga Beras Naik | Dewan Minta Pemprov Lakukan OP

MEDAN | Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, Novita Sari SH meminta pemerintah khususnya pemerintah provinsi segera mengantisipasi lonjakan atau kenaikan harga beras yang mulai terjadi di sejumlah daerah. Bahkan, bila perlu pemerintah segera melakukan operasional pasar (OP).

KEPALA BARESKRIM“Pemerintah khususnya Dispreindag Sumut harus bertanggungjawab dan segera bersikap dan mengambail langkah dalam mengatasi lonjakan harga beras yang mulai merambat di Sumut. Bila perlu laksanakan operasi pasar sebagai penyeimbang agar tidak terjadi gejolak di masyarakat,” kata Novita Sari kepada wartawan di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (3/3/2015).

Menurutnya, opersi pasar penyeimbang ini diperlukan nantinya agar terus melayani masyarakat sampai waktu yang ditentukan dalam mengantisipasi lonjakan harga beras.

Bahkan sekaligus, jelas wakil rakyat asal pemilihan dari Kabupaten Labuhanbatu, Labura dan Labusel ini, sebagai upaya mengantisipasi naiknya harga beras dari Pulau Jawa.

Ia menjelaskan, OP penyeimbang juga dijual beras Bulog dengan harga terjangkau.Selain pasar penyeimbang, Novita Sari juga menyarankan kepada pemerintah di Sumut, agar bekerjasama dengan Bulog Divre dalam penyediaan beras untuk kebutuhan provinsi itu secara keseluruhan.

“Akan tetapi, kenaikan harga beras itu harus terus dipantau dan diwaspadai, agar tidak dimanfaatkan pihak atau oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengambil keuntungan. Karena kalau harga beras ini semakin naik, maka turunan atau dampaknya akan meluas ke barang kebutuhan masyarakat lainnya,” imbuh Novita Sari.

Novita Sari juga meminta pemerintah di Sumut intens melakukan pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen beras di Sumut, sebagai langkah mengantisipasi permainan harga beras oleh para agen dan suplier beras.

Selain itu, diharapkan juga kepada pejabat terkait di Sumut agar memastikan dan meyakinkan masyarakat bahwa stok beras di Sumut saat ini cukup dan aman dan harganya masih terjangkau.

“Ini sehubungan dengan adanya isu kenaikan harga beras yang saat ini lagi heboh di sejumlah daerah di Pulau Jawa sehingga dikhawatirkan berdampak kecemasan bagi masyarakat kita di Sumut,” katanya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *